Ojek Online dan Komasa Turunkan Massa untuk Bela Palestina

oleh -
Ketua Dewan Komando Daerah (DKD) Komasa Kabupaten Sukabumi, Yana Sam (kanan) bersama ilmuwan dan aktivis pergerakan, H. Asep Deni.
Pengurus dan anggota Paguyuban Ojol Sukabumi Raya kompak dalam aksi bela Palestina di Lapang Merdeka.

Wartawan Denny Nurman AJ

Semangat dalam beragama mendorong komunitas Paguyuban Ojek Online (Ojol) Sukabumi Raya dan Komando Macan Asia (Komasa)  ambil bagian dalam aksi bela Palestina di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Ahad (23/5/2021). Anggota dari kedua organisasi ini berbaur dengan ribuan peserta aksi dari berbagai ormas, OKP, dan LSM.

Paguyuban Ojol dan Komasa berada di tengah lautan massa yang kompak dan bersatu mengutuk dan menghinakan Zionis Israel serendah-rendahnya atas kebiadaban terhadap bangsa Palestina. Mereka dalam satu ikatan solidaritas untuk membela bangsa Palestina.  

“Kami dari Paguyuban Ojol Sukabumi Raya ikut prihatin dan turut berbela sungkawa terhadap nasib dan penderitaan yang dialami rakyat Palestina akibat kekejaman Israel. Karena itu kami ikut dalam aksi ini,” kata Koodinator Paguyuban Ojol Sukabumi Raya, Hendra Mulyadi ditemui di Lapang Merdeka.  

Jumlah anggota Paguyuban Ojol Sukabumi Raya yang turun ke Lapang Merdeka sekitar 50 orang. Mereka berasal dari berbagai komunitas ojol yang ada di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Semua anggota dengan perbedaan pandangan politik dan  latar belakang sosial kompak membela Palestina. 

“Kami semua satu kata dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaan dari pendudukan bangsa Yahudi,” kata Hendra.

Berita terkait: Ojek Online dan Komasa Turunkan Massa untuk Bela Palestina

Sementara itu Ketua Dewan Komando Daerah (DKD) Komasa Kabupaten Sukabumi, Yana Sam mengatakan, keterlibatannya dalam aksi bela Palestina didorong oleh ghirah berjuang di jalan agama dan semangat untuk menegakkan pesaudaraan di antara sesama muslim.

“Komasa siap  maju ke depan untuk menjalankan tugas kemanusiaan dalam membela bangsa Palestina yang diperlakukan sewenang-wenang oleh Zinois Israel,” ujar Yana.

Ketika melihat dan mendengar nasib bangsa Palestina yang semakin terpuruk, lanjut dia, para kades, pengurus, dan anggota Komasa tergerak hatinya untuk membantu bangsa Palestina dalam meraih kemerdekaan.

Yana berharap agar bangsa Indonesia tidak melupakan sejarah. Pada tahun 1945, bangsa Palestinalah yang pertama-tama mengakui kemerdekaan Indonesia. Maka sudah selayaknya, kata dia, rakyat dan bangsa Indonesia ikut berjuang dan mendukung kemerdekaan Palestina.

“Bagaimanapun Zionis Israel harus angkat kaki dari Tanah Pestina. Aksi ini untuk membangun kekuatan umat muslim di Sukabumi untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia akan  tetap bersama-sama dengan Palestina,” ujarnya.

Komasa mengharapkan pemerintah Indonesia proaktif dan terus mendesak diberlakukanya kemerdekaan bagi bangsa Palestina oleh PBB. Kebiadaban Zionis Israel di Palestina harus segera diakhiri. (*)

Print Friendly, PDF & Email