Kang Emil Minta Daerah Menyisir Pemudik yang Lolos Penyekatan

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami (kedua dari kiri) ketika mengikuti rapat evaluasi penanganan Covid-19 secara virtual yang dipimpin Gubernur Jabar, HM. Ridwan Kamil.

Wartawan Nanang Setiana

Gubernur Jawa Barat HM. Ridwan Kamil yang akrab disapa dengan panggilan Kang Emil memerintahkan para kepala daerah melalui Forkopimda untuk menyisir para pemudik yang lolos dari penyekatan aparat gabungan. Forkopimda harus memasukkan para pemudik tersebut ke tempat karantina sesuai aturan yang berlaku.

banner 970x90

Perintah gubernur itu disampaikan dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19 yang dilangsungkan secara virtual dari Gedung Sate Bandung, Selasa (11/5/2021). Di Kabupaten Sukabumi, rapat diikuti oleh Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami dan Forkopimda serta jajaran Pemkab Sukabumi di Pendopo Sukabumi.

“Sesuai aturan pemudik yang lolos dari operasi penyekatan harus ditelusuri untuk dikarantina. Saya perintahkan para kepala daerah dan Forkopimda menjalankan perintah ini,” kata Kang Emil.

Terkait ibadah Idul Fitri, Gubernur Jabar menegaskan, takbir keliling dilarang karena berpotensi membentuk kerumunan massal. Umat Islam bisa mengisi malam takbiran di masjid dengan ketentuan jumlah pesertanya tidak boleh lebih dari 10 persen kapasitas masjid atau mushala. Kang Emil menganjurkan umat Islam untuk takbiran di rumah.

“Mengenai shalat Ied, tidak ada pelarangan. Namun pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan kondisi zonasi Covid-19,” ujar dia.

Untuk daerah yang masuk zona merah dan oranye, lanjut Kang Emil, warga bisa melaksanakan shalat Ied di rumah. Sementara untuk zona kuning dan hijau bisa di masjid dengan peserta tidak lebih dari 50 persen kapasitas masjid.

“Untuk objek wisata di daerah zona merah dan oranye ditutup,” tandasnya.

Dari Pendopo Sukabumi, Bupati Marwan mengatakan, perkembangan terakhir, wilayah Kabupaten Sukabumi masuk zona kuning. Dengan begitu, shalat Ied di masjid tidak dilarang namun harus mentaati aturan protokol kesehatan dan penyesuaian terhadap zonasi wilayah.

“Sebaiknya tidak ada konsentrasi shalat Ied di satu titik dengan jumlah yang besar,” ujar dia.

Pariwisata juga tidak dilarang, tapi semua destinasi hanya untuk wisatawan lokal atau warga sekitar. Tidak boleh ada warga dari luar daerah yang berkunjung ke destinasi wisata di wilayah Kabupaten Sukabumi. (*)  

Print Friendly, PDF & Email