Wakapolda Jabar Monitoring Penyekatan Arus Mudik di Sukabumi

oleh -
Wakil Kapolda Jabar Brigjen Pol Eddy Sumitro Tambunan (kanan) menerima laporan situasi dari Kapolres Sukabumi AKBP M. Lukman Syarif di Terminal Benda.

Wartawan Nanang Setiana

Wakil Kapolda Jabar Brigjen Pol Eddy Sumitro Tambunan menggelar monitoring penyekatan arus mudik di Sukabumi, Kamis (6/5/2021). Salah titik yang dikunjungi perwira tinggi Polri bintang satu itu adalah Terminal Benda.

banner 970x90

Sebelum tiba di Terminal Benda, Wakapolda melakukan perjalanan panjang dari Padalarang, Rajamandala, Kabupaten Cianjur, dan Sukalarang. Di Terminal Benda, Cicurug, Brigjen Eddy disambut oleh Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, H. Iyos Somantri dan Kapolres Sukabumi, AKBP M. Lukman Syarif.

Pada kesempatan itu, Wakapolda mengatakan,  terhadap semua tempat di Provinsi Jawa Barat telah dilakukan penyekatan dan pemeriksaan yang ketat terhadap kendaraan yang melakukan perjalanan pada masa larangan mudik.

“Pemeriksaan dilakukan secara ketat. Hal ini untuk mencegah kenaikan kasus positif Covid-19. Tapi untuk kendaraan besar pengangkut logistik tidak ada larangan,” kata dia.  

Dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 selama masa libur Idul Fitri, Pemkab Sukabumi dan Polres Sukabumi mengoperasikan 7 pos penyekatan yang tersebar di berbagai wilayah mulai utara, Palabuhanratu, hingga Pajampangan.

Dalam laporannya kepada Wakapolda, AKBP Lukman menyampaikan, jajarannya telah menindak beberapa kendaraan yang diindikasikan akan melakukan mudik. Kendaraan tersebut dipersilakan untuk putar balik dan segera meninggalkan wilayah hukum Polres Sukabumi.

Sejak Operasi Ketupa Lodaya 2021, Polres Sukabumi telah menindak 1.181 kendaraan bermotor yang yang tidak diizinkan memasuki wilayah Kabupaten Sukabumi.

Di tempat yang sama Wakil Bupati H. Iyos Somantri  menegaskan Pemkab Sukabumi mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat yang memberlakukan larang mudik Lebaran. Pemda menempatkan personelnya untuk mendukung operasional pos penyekatan.

“Terkait dengan tempat wisata yang ada di Kabupaten Sukabumi, itu tetap buka. Tapi hanya untuk warga lokal. Para pengunjung dan para pengelola tempat wisata harus mematuhi protokol kesehatan,” ujar Iyos. (*)

Print Friendly, PDF & Email