Dukung Bukit Algoritma, Wabup: Harus Berdampak pada Kesejahteraan Masyarakat

oleh -
Rombongan PT Kiniku Bintang Raya selaku pengembang Bukit Algoritma yang dipimpin Budiman Sudjatmiko (ketiga dari kanan) diterima Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, H. Iyos Somantri (keempat dari kanan) dan jajaran di Pendopo Sukabumi.

Wartawan Nanang Setiana

Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, H. Iyos Somantri mendukung pembangunan Bukit Algoritma di kawasan Cikidang. Dia mengharapkan dalam pelaksanaan pembangunannya, proyek raksasa tersebut mengutamakan pekerja dari masyarakat sekitar.

banner 970x90

Bagaimanapun, ujar wabup, Bukit Algoritma harus memiliki multiplier effect atau dampak positif berganda terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Investasi untuk pembangunan Bukit Algoritma sangat besar sehingga dampaknya bagi kesejahteraan masyarakat juga harus besar.

Pernyataan wabup itu disampaikan dalam pertemuan dengan Ketua Pelaksana KSO (Kerja Sama Operasi) PT Kiniku Bintang Raya, Budiman Sudjatmiko di Pendopo Sukabumi, Jumat (30/4/2021). Kunjungan Budiman itu dalam rangka berkoordinasi tentang lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Cikidang dan Bukit Algoritma yang mencapai ratusan hektare.

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi sangat mendukung pembangunan Bukit Algoritma. Hal itu selama dalam koridor KEK. Kami meminta prioritas pekerja di Bukit Algoritma berasal dari masyarakat daerah. Hal itu tentu saja dengan memprioritaskan kompetensinya,” kata Iyos.

Bukit Algoritma, ujar dia, merupakan investasi di dalam KEK. Tidak ada dana dari pemerintah untuk pembangunan pusat inovasi di bidang teknologi informasi tersebut. Investornya berasal dari rekanan PT Kiniku Bintang Raya.

“Setelah berdiskusi dan meminta kejelasan, Bukit Algoritma masih dalam koridor KEK. Kalau di luar koridor KEK, harus membuat perizinan baru,” ujar wabup.

Menurutnya, status KEK Cikidang sampai saat ini masih dalam proses. Terkait hal ini Pemkab Sukabumi segera akan berkoordinasi dengan pusat dan provinsi. 

Sementara Ketua Pelaksana KSO PT Kiniku Bintang Raya mengatakan, Bukit Algoritma merupakan realisasi usulan KEK oleh Pemkab Sukabumi dan Pemprov Jabar. Kedatangannya ke Pendopo untuk menyampaikan berbagai perkembangan seputar proyek Bukit Algoritma.

“Bukit Algoritma itu melanjutkan KEK, bukan dari nol. Kita datang bukan untuk mengubah, namun merealisasikan apa yang telah direncanakan,” kata dia.

Dalam pengembangan Bukit Algoritma, lanjutnya, pada tiga tahun pertama pengembang akan membangun infrastruktur senilai 1 miliar euro atau kira-kira Rp18 triliun. Salah satu investor yang sudah berminat berasal dari Kanada.

“Sejumlah perguruan tinggi luar negeri berminat membuat lembaga riset di kawasan Bukit Algoritma,” tuturnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email