ITB Perkenalkan Cara Pengolahan Sampah Menjadi Profit Center

oleh -
Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, H. Iyos Somantri ketika menerima tim Masaro ITB yang mempresentasikan sistem pengelolaan sampah model produktif dan menguntungkan.

Wartawan Nanang Setiana

Perwakilan dari ITB (Institut Teknologi Bandung), Rekto Andoko memprsentasikan keunggulan teknologi Masaro (Manajemen Sampah Zero) di hadapan Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, H. Iyos Somantri. Sistem ini mengubah cara mengolah sampah yang asalnya cost center menjadi profit center.

banner 970x90

Presentasi teknologi Masaro digelar di ruang rapat Wakil Bupati Sukabumi, Kompleks Setda Palabuhanratu, Kamis (29/4/2021). Masaro merupakan sistem pengelolaan sampah yang mampu mengubah sampah yang dianggap tidak bernilai dan sumber masalah menjadi produk yang bernilai jual tinggi.

“Dengan penerapan teknolosi Masaro, paradigma pengolahan sampah dapat diubah dari yang tadinya kumpul-angkut-buang menjadi pilah-angkut-proses-jual,” kata Rekto.

Pengelolaan sampah yang semula memakan biaya tinggi menjadi sistem yang mendatangkan keuntungan secara finansial dan ekologi.

“Kami datang ke Kabupaten Sukabumi untuk mengekspos tata cara dan sistem Masaro yang akan digunakan untuk pengolahan sampah,” ujar dia. 

Sementara itu Wabup sangat mengapresiasi sistem dan teknologi yang dikembangkan oleh ITB tersebut. Menurutnya sistem dan teknologi Masaro bisa diimplementasikan di Kabupaten Sukabumi secara bertahap melalui pilot projek maupun nantinya secara keseluruhan

Iyos mengharapkan teknologi Masaro bisa memberikan dampak positif untuk kemajuan Kabupaten Sukabumi yang bersih dan terbebas dari sampah.

“Mudah-mudahan ini ada kemajuan baru untuk Kabupaten Sukabumi dalam hal pengelolaan sampah sehingga nantinya membawa dampak positif terhadap sektor pertanian dan pariwisata,” ujarnya. 

Di penghujung acara,  Wabup Sukabumi menandatangani perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan Masaro ITB tentang pengelolaan sampah. (*)

Print Friendly, PDF & Email