Rakor Bappeda, Wali Kota Bahas Dana Hibah Bansos

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi memimpin rakor Bappeda bidang perekonomian dan sumber daya alam didampingi Wakil Wali Kota Sukabumi, H. Andri Setiawan Hamami .

Wartawan Nanang Setiana

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi mengingatkan jajarannya tentang adanya perubahan aturan dalam pengelolaan dana hibah bantuan sosial (bansos). Berdasarkan aturan terbaru, penyaluran dan pertanggungjawaban dana hibah bansos menjadi lebih ketat dan harus dikelola dengan baik.

banner 970x90

Pernyataan wali kota itu dilontarkan ketika memimpin rakor Bappeda Kota Sukabumi bidang perekonomian dan sumber daya alam di Kantor Bappeda, Cibeureum, Kota Sukabumi, Rabu (28/4/2021). Dikatakan Fahmi, pengelolaan dana hibah  bansos yang dulu tersentralisasi di BPKPD kini menyebar ke semua SKPD.

“Saya ingatkan seluruh SKPD agar berhati-hati dalam mengelola dana hibah bansos. Harus sesuai aturan yang berlaku,” ujar wali kota.

Pada rakor itu wali kota didampingi Wakil Wali Kota, Andri Setiawan Hamami dan Plt Kepala Bappeda kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah. Para peserta rakor berasal dari berbagai SKPD yang bidang tugasnya terkait dengan perekonomian dan sumber daya alam.  

Salah satu materi yang dibahas pada rakor tersebut adalah optimalisasi pengelolaan dana hibah bansos berdasarkan aturan pengelolaan keuangan daerah yang baru.

 “Perubahan aturan keuangan daerah menyebabkan sistem pengelolaan keuangan daerah menjadi sangat ketat dan harus dikelola dengan baik, termasuk pengelolaan dana hibah bansos,” kata dia.

Sejak tahun ini, lanjut Fahmi, dana hibah bansos diserahkan kepada 21 SKPD yang ada di lingkungan Pemkot Sukabumi mulai dari proses pencairan sampai dengan pertanggungjawabannya.

“Semua SKPD yang akan mengelola dana hibah bansos membutuhkan kesiapan. Untuk itu rakor ini digelar dalam rangka menyamakan persepsi terkait pengelolaan dana hibah bansos,” tambahnya.

Dana hibah bansos, kata wali kota, penting sekali untuk mendukung proses pemulihan ekonomi daerah. Dia mengharapkan penyeluran dana hibah bansos sudah selesai pada triwulan kedua 2021 agar segera terjadi perputaran uang dalam upaya percepatan perputaran roda ekonomi. 

“Penyaluran dana hibah bansos dapat meminimalisir kerawanan sosial dan risiko sosial seperti kemiskinan,” tuturnya. (*)  

Print Friendly, PDF & Email