Keren, Bupati Terima Penghargaan Lingkungan Hidup dari HAKLI

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami (kiri, tengah) ketika mengikuti Rakernas HAKLI secara daring di rumah pribadinya.

Wartawan Nanang Setiana

Berkat prestasinya dalam hal tata laksana kebijakan strategis peningkatan kualitas kesehatan lingkungan, Pemkab Sukabumi menerima penghargaan Pratnya Paramita dari Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI). Penghargaan diserahkan oleh Ketua HAKLI Kabupaten Sukabumi Ujang Soleh Suryaman kepada Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami.

Penyerahan Pratnya Paramita dilakukan di rumah pribadi Marwan di Cimahpar, Kecamatan Sukaraja disaksikan seluruh pengurus HAKLI Kabupaten Sukabumi yang mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) secara daring.

Kabupaten Sukabumi merupakan satu dari empat daerah di Indonesia yang meraih penghargaan Pratnya Paramita. Daerah lain yang  juga meraih penghargaan  tersebut terdiri dari Timor Tengah Selatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Banjar di Kalimantan Selatan, serta Luwu Utara di Sulawesi Selatan.

Bupati mengucapkan terima  kasih atas pemberian Pratnya Paramita oleh HAKLI. Penghargaan tersebut akan dijadikan motivasi bagi dia dan jajarannya dalam menjaga keselamatan dan kesehatan lingkungan.

“Diraihnya penghargaan ini tidak terlepas dari peran serta HAKLI yang senantiasa mendorong Pemkab Sukabumi dalam meningkatkan kualitas pemeliharaan lingkungan,” ujar bupati.

Selama ini HAKLI juga selalu membantu dan mendorong Pemkab Sukabumi dalam penataan sanitasi di berbagai lingkungan permukiman dan upaya pemulihan ekonomi selama wabah Covid-19. 

“Mudah-mudahan Rakernas HAKLI bisa menghasilkan program kerja yang bermanfaat bagi penyelamatan lingkungan hidup,” ucapnya.

Terkait pemberian Anugerah Pratnya Paramita, Ketua Umum PP HAKLI Arif Sumantri mengatakan, setiap daerah memiliki kekuatan tersendiri sehingga bisa memperoleh penghargaan tersebut.

“Kabupaten Sukabumi mendapatkan Anugerah Pratnya Paramita karena memiliki dukungan kebijakan dalam pemberdayaan SDM dan pengembangan program kesehatan lingkungan,” kata Arif. (*)  

Print Friendly, PDF & Email