Bupati Bagikan Kartu Identitas Anak pada Sidang Isbat Nikah di Girijaya

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami disambut Pramuka cilik ketika tiba di lokasi sidang isbat nikah di Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Nanang Setiana

Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menghadiri dan membuka sidang isbat atau penetapan nikah terpadu bagi 77 pasangan suami istri di Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Senin (5/4/2021). Pada kegiatan itu, bupati secara simbolis membagikan dokumen administrasi kependudukan (adminduk) berupa Kartu Identitas Anak (KIA) yang sering disebut KTP anak.

KIA yang dibagikan sebanyak 140 ribu buah untuk anak usia 1 sampai 4 tahun. Pembagiannya kepada penerima KIA dilakukan oleh Petugas Registrasi Desa (PRD) di 381 Desa dan 5 kelurahan se-Kabupaten Sukabumi. Bupati mengingatkan, pembagian KIA itu tidak dipungut biaya alias gratis.

Kebijakan bupati tersebut merupakan bagian dari program Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi yang sejak lama menggencarkan pembuatan KIA gratis. Sampai sekarang, Didukcapil terus mensosialisasikan pembuatan KIA untuk anak 0 sampai dengan 17 tahun yakni rentang umur yang belum bisa memiliki KTP.  

“Dokumen administrasi kependudukan  berupa Kartu Identitas Anak  usia 1 sampai 4 tahun dibagikan secara serempak oleh Petugas Registrasi Desa di kantor desa atau kantor kelurahan,” kata bupati.

Pelaksanaan sidang isbat yang diinisiasi Pemkab Sukabumi dan Pengadilan Agama Cibadak. Semua pasangan yang mengikuti sidang penetapan nikah itu berasal dari Desa Girijaya. Para peserta belum memiliki dokumen resmi berupa surat nikah karena dulu mereka menikah secara agama dalam arti tidak didaftarkan ke Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Dalam pelaksanaannya, sidang isbat nikah itu menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Semua peserta memakai masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah kegiatan.

“Sidang isbat ini untuk pencatatan secara administrasi negara untuk pernikahan para pasangan yang sebelumnya tidak tercatat di Kantor Urusan Agama,” jelas Marwan.

Para pasangan yang mengikuti sidang itsbat ini akan mendapatkan akta nikah, lanjut bupati. Berbekal dokumen tersebut, para pasangan yang mengikuti sidang nikah isbat dapat dengan mudah mengurus pembuatan administrasi kependudukan seperti kartu keluarga, KTP, atau akta kelahiran bagi anak-anaknya. 

“Pengurusan administrasi kependudukan itu gratis. Pemerintah sudah menyediakan anggaran untuk pembuatan administrasi kependudukan. Sehingga masyarakat tidak dibebani biaya apapun,” tutur Marwan. 

Dia pun mengimbau para peserta sidang nikah isbat untuk segera mengurus administrasi kependudukan. Imbauan yang sama disampaikan kepada warga Kabupaten Sukabumi yang belum memiliki KK, KTP, atau akta kelahiran.  

“Kami juga meminta masyarakat untuk membantu melaporkan peristiwa kelahiran atau meninggal dunia untuk kepentingan updating data kependudukan,” kata Marwan.

Sementara itu Ketua Pengadilan Agama Cibadak Hendi Rustandi mengatakan, sidang isbat merupakan implementasi Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2015. Hal itu berkaitan dengan buku nikah dan akta kelahiran.

“Tahun ini kami menyediakan 240 slot untuk sidang isbat gratis di Kabupaten Sukabumi. Sampai saat ini, tersisa sekitar 85 slot,” terangnya

Pengadilan Agama Cibadak, ujar Hendi, akan terus mengembangkan inovasi untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

“Nanti proses sidang itsbat bisa dilakukan secara daring. Sehingga tidak perlu selalu tatap muka,” jelasnya.

Salah seorang peserta sidang isbat nikah, Ocid Marwan (51) mengaku senang bisa mendapatkan surat nikah. Dia menikah dengan istrinya pada tahun 1987 dan telah memiliki dua orang anak. Saat itu pernikahannya hanya secara syariat, tidak melalui proses administrasi negara.  

“Sekarang saya merasa senang karena pernikahan kami diakui oleh negara,” tutur Ocid. (*)

Print Friendly, PDF & Email