Perjuangan Mewujudkan Target Urusan Wajib di Tengah wabah Covid-19

oleh -
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, H. Dida Sembada.

Wartawan Nanang Setiana

Pada tahun ketiga masa pemerintahannya, Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Sukabumi H. Andri Setiawan telah melaksanakan semua urusan wajib pelayanan dasar. Dalam pelaksanaannya, wali kota dan wakil wali kota berhasil mencapai kemajuan untuk berbagai sektor urusan wajib tersebut.

Pada tahun pertama dan kedua terjadi lonjakan keberhasilan berdasarkan indikator objektif seperti tingginya angka melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs dan dari SMP/MTs ke SMA/MA/SMK. Namun pada tahun 2020 terjadi kemerosotan di berbagai bidang tersebab mewabahnya Covid-19.

Demikian hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, H. Dida Sembada ketika diwawancara seputar capaian kinerja urusan pelayanan dasar untuk pendidikan, pekerjaan umum dan penataan ruang, permukiman, dan kesehatan pada 2020 melalui saluran telepon seluler, Senin (5/4/2021). Wawancara dalam rangka refleksi pada Hari Jadi ke-107 Kota Sukabumi.

Beberapa target pada keempat sektor itu dapat tercapai 100 persen, bahkan melampaui target, tapi di sisi lain ada target-target yang tidak tercapai. Refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 merupakan salah satu penyebab tidak tercapainya beberapa target yang telah ditetapkan.

Untuk sektor pendidikan, target jumlah peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tidak bisa mencapai target 12.669 orang, realisasinya mencapai 10.238 atau 80,812 persen dari target.

Tapi untuk target pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C dapat tercapai 100 persen yaitu sebanyak 2.407 orang. Bahkan untuk pendidikan dasar, pencapaiannya melebihi target yaitu mencapai 37.897 atau 101,593 persen dari target 37.304. 

Pada urusan PUPR juga terjadi pencapaian dan pelampauan target. Target penyediaan kebutuhan pokok air minum sehari-hari tercapai 100 persen yakni dapat menjangkau 94.270 orang. Sementara untuk penyediaan pelayanan pengolahan air limbah domestik terwujud dapat melayani 168.976 orang atau 179,25 persen dari target 94.270 orang. 

“Untuk urusan perumahan rakyat dan kawasan permukiman belum mencapai target pada kegiatan penyediaan dan rehabilitasi rumah yang layak huni bagi korban bencana yakni dari target 49 terealisasi 12 atau 24,49 persen,” jelas Dida.

Sementara untuk sektor kesehatan, pencapaiannya bervariasi pada berbagai kegiatan. Rinciannya: Pelayanan Kesehaan Ibu Hamil (target 6.215, realisasi 6.265, pencapaian  100,80 persen), Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin (target 5.933, realisasi 6.120, pencapaian 103,15 persen), dan Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir (5.650, 5.836, dan 103,29 persen).

Selanjutnya Pelayanan Kesehatan Balita (24.632, 21.187, 86,01 persen), Pelayanan Kesehatan Pada Usia Pendidikan Dasar (23.408, 13.401, 57,25 persen), Pelayanan Kesehatan Pada Usia Produktif  (222.497, 60.271, 27,08 persen), Pelayanan Kesehatan Pada Usia Lanjut (34.047, 24.270, 71,28 persen), dan Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi (75.871, 9.450, 12,45 persen).

Kemudian Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Militus (18.912, 2.465, 13,03 persen), Pelayanan Kesehatan Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (483, 444, 91,92 persen), Pelayanan Kesehatan Orang Terduga Tuberkulosis (1.557, 1.480, 95,05 persen), Pelayanan Kesehatan Orang dengan Risiko Terinfeksi HIV (8.435, 8.471,  100,43 persen). (*)

Print Friendly, PDF & Email