Kompetisi Inovasi Daerah Sejalan dengan Visi Misi Wali Kota

oleh -
Kabag Organisasi Setda Kota Sukabumi, Ida Halimah.

Wartawan Joko Samudro Suroboyo

Kompetisi Inovasi Kota Sukabumi (KIKS) tahun 2021 antar SKPD dan BUMD telah digulirkan. Dalam waktu dekat, tim penilai KIKS akan mengirimkan satu inovasi terbaik ke ajang kompetisi tingkat provinsi yakni KIJB (Kompetisi Inovasi Jawa Barat). Dari 65 inovasi sebanyak 6 inovasi siap memasuki babak penilaian untuk dipilih 3 terbaik. 

“Inovasi dari KIKS yang terbaik akan dikirimkan ke kompetisi tingkat Jawa Barat dan selanjutnya tingkat pusat. Untuk dikirimkan ke tingkat provinsi, inovasi terbaik harus telah diimplementasikan selama enam bulan,” kata Kepala Bagian Oraganisasi Setda Kota Sukabumi, Ida Halimah ketikas dihubungi wartawan lewat telepon selulernya, Ahad (21/3/2021).

Peserta KIKS berasal dari 31 SKPD dan 3 BUMD. Semua SKPD mengirimkan 61 inovasi dan BUMD mengirimkan 4 inovasi, jadi seluruhnya ada 65 inovasi. Semua inovasi itu menjalani penilaian antara lain seleksi administrasi, penilaian proposal, tahap presentasi, dan wawancara.

Dari hasil penilaian itu, tim penilai menetapkan Top 6 (Top Six KIKS) tahun 2021. Penetapan top 6 ini secara resmi dikukuhkan dengan surat Wali Kota Sukabumi. Inovasi-ivonasi tersebut berasal dari dinas, kantor kecamatan, puskesmas, dan rumah sakit.

Keenam inovasi itu terdiri dari Cendol (Cerita dan Dongeng Online) dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda), Inovasi One ROOF (One Region, One Offtaker) dari DKP3, dan inovasi Petikemas dari Kecamatan Citamiang.

Selanjutnya inovasi udunan online dari Dinas Sosial, inovasi Sicepot (Sistem Cepat Pelayanan ODGJ) dari Puskesmas Tipar, dan inovasi Rijari (Periksa Jantung Sendiri) dari RSUD Syamsudin di bawah Dinas Kesehatan Kota Sukabumi. 

“Dalam waktu dekat 6 inovasi tersebut akan masuk dalam tahap presentasi dan wawancara yang prosesnya dihadiri langsung oleh Pak Wali Kota,” kata Ida.

Pada tahap itu, para peserta akan berhadapan dengan tim penilai dari berbagai latar belakang. Tim penilai, ujar dia, melibatkan unsur independen terdiri dari dua tim juri, antara lain Direktur Eksekutif Ekspres, Institut Prootonomi Jabar yang juga tim juri kompetisi inovasi tingkat Jabar, Suhendrik dan akademisi dari UMMI, Dr. Deni M. Dannial.

Selain itu Bagian Organisasi akan memetakan inovasi pelayanan di Kota Sukabumi yang sudah diimplementasikan selama 2 tahun untuk dikirimkan ke ajang KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Dari Kementerian PAN RB sudah ada sosialisasi secara daring terkait KIPP tahun ini. Satu inovasi yang sudah masuk masuk persyaratan adalah udunan online. Nanti kami petakan kembali,” tutur Ida.

Dia menambahkan inovasi dari perangkat daerah, baik yang baru berjalan maupun yang telah lama akan direkomendasikan masuk di  persyaratan inovasi daerah dengan fasilitasi Bappeda. Karena Bappeda memiliki fungsi dan fasilitasi inovasi daerah. Raperda tentang hal ini masih dalam tahap pembahasan di DPRD.

“Nanti akan ada mekanisme lagi dalam penentuan inovasi daerah yang dilaksanakan oleh Bappeda,” tambahnya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, inovasi yang diluncurkan oleh perangkat daerah hanya diverifikasi tidak dilombakan. Mulai tahun inovasi-inovasi tersebut dikompetisikan sebagai bentuk apresiasi. 

“Ada macam-macam inovasi daerah, dua di antaranya terkait tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Inovasi yang dikompetisikan dari jenis pelayanan publik yang menjadi bagian dari inovasi daerah,” jelasnya.

SKPD yang meraih peringkat kesatu hingga ketiga dalam KIKS 2021 akan diumumkan pada HUT Kota Sukabumi tahun ini. 

“Keberadaan KIKS ini sejalan dengan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi terkait program Satu SKPD Satu Inovasi. Di tingkat pusat juga ada program One Agency One Innovation,” kata Ida.

Kompetisi inovasi daerah, lanjutnya,  merupakan salah satu terobosan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Sukabumi. Tahun ini semua SKPD ditekankan untuk menggulirkan inovasinya yang akan disertakan pada KIKS, KIJB di tingkat provinsi, dan KIPP di Kemen PAN-RB. (*)

Print Friendly, PDF & Email