Jenderal Rycko: Polri Terus Tingkatkan Kualitas SDM

oleh -
Kepala Lemdiklat Polri, Komjen. Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si. bersama Kepala Setukpa Lemdikpol, Brigjen. Pol. Mardiaz Kusin Dwihanato, S.I.K., M.Hum.

Wartawan Joko Samudro Suroboyo

Polri terus berupaya meningkatkan kualitas SDM di semua satuan tugas dan daerah. Salah satunya dengan peningkatan jajaran bintara menjadi perwira melalui pendidikan di Sekolah Inspektur Polisi (SIP). Para bintara itu disebar ke berbagai pusat pendidikan untuk dibentuk menjadi perwira polisi.

banner 970x90

Hal itu dikatakan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen. Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si. seusai memimpin upacara pembukaan pendidikan SIP angkatan ke-50 tahun 2021 Resimen Wira Satya Adhi Pradana di Setukpa Lemdikpol Sukabumi,  Kamis (18/3/2021).

“Para peserta didik atau serdik akan mendapatkan pendidikan selama 6 bulan ke depan. Mereka akan dibekali kompetensi, kecerdasan, pembangunan karakter, keterampilan, dan kesehatan. Semoga pendidikan berjalan lancar,” kata Komjen Rycko yang pernah menjabat Kapolresta Sukabumi pertengahan tahun 2000-an didampingi Kepala Setukpa Lemdikpol, Brigjen. Pol. Mardiaz Kusin Dwihanato, S.I.K., M.Hum.

Jumlah serdik SIP mencapai 2.015 yang terdiri dari 1.818 Polki (laki-laki) dan 197 Polwan yang berasal dari Sabang sampai Merauke. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.017 serdik akan dididik di Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi. 

Sisanya sebanyak 998 orang disebar ke pusat-pusat pendidikan di berbagai daerah. Rinciannya di Pusdik Reserse sebanyak 328, Pusdik Binmas 207, Pusdik Brimob 214, Pusdik Administrasi 57, dan Pusdik Intelkam sebanyak 192 orang. Dari 192 serdik Intelkam sebanyak 142 orang menjadi serdik SIP Reguler dan 50 orang serdik Intelsus.

Pada tahun ini, Polri juga memperhatikan kebutuhan personel polisi untuk Indonesia bagian timur. Karena itu jatah untuk Papua dan Papua Barat lebih banyak dibandingkan daerah lain. Untuk Papua sebanyak 247 serdik dan Papua Barat sebanyak 150 serdik.

“Sedangkan untuk Polda-Polda  lainnya jumlah serdiknya antara 40 sampai 50 orang. Kebutuhan personel untuk  Indonesia bagian timur memang sangat banyak, makanya kami prioritaskan,” jelasnya.

Pola pembelajaran di masa pendemi Covid-19 yang diikuti para serdik sama dengan tahun 2020. Pada tahun ini ada  penambahan 4 modul bahan pelajaran. Bahan tambahan tersebut terdiri dari sejarah Indonesia, sejarah Polri termasuk sejarah pendidikan di Polri,  wawasan kebangsaan untuk membangun karakter kebhinekaan, dan modul khusus untuk menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0.

“Nanti diatur komposisi sistem pebelajarannya untuk menentukan jumlah tatap muka dan pembelajaran online oleh Setukpa,” ujar perwira tinggi yang pernah menjabat Kapolda Sumut, Gubernur Akpol, Kapolda Jateng, dan Kepala Baintelkam Mabes Polri tersebut. (*)

Print Friendly, PDF & Email