Pelaku Penganiayaan terhadap Anak di Bawah Umur Ditahan Polisi

oleh -
Kapolres Sukabumi AKBP M. Lukman Syarif ketika menggelar konferensi pers terkait penganiayaan ibu muda terhadap anak tirinya.

Wartawan M. Ridwan

Kekerasan yang dilakukan seorang ibu muda berinisial SSA (21) terhadap bocah perempuan berusia 6 tahun akhirnya berujung di jeruji tahanan Polres Sukabumi. Polisi menetapkan SSA sebagai tersangka penganiayaan anak tirinya tersebut. Ancaman penjara lebih dari 5 tahun akan menanti ibu tiri itu.

Kapolres Sukabumi, AKBP M. Lukman Syarif dalam konferensi pers di Aula Presisi Polres Sukabumi pada Senin (8/3/2021) sore menyebutkan motif tersangka melakukan penganiayaan karena kesal lantaran korban sering bermain.

Kapolres juga menjelaskan, beberapa bentuk kekerasan yang dilakukan korban terhadap anak tirinya yaitu  dengan cara melakukan kekerasan pada paha kiri dan menggunakan air panas untuk menyakiti korban. 

Selain itu, tersangka juga mencubit wajah bagian bawah mata sebelah kiri dan bagian atas bibir korban. Serta melakukan ancaman kekerasan dengan menakut-nakuti korban menggunakan golok agar korban tidak menangis.

Akibat perlakuan tersangka itu, korban mengalami patah tulang bagian paha kiri, luka melepuh di bagian punggung kaki sebelah kanan, serta luka lecet di bagian atas bibir. “Korban juga mengalami trauma psikis,” kata Kapolres.

Sejumlah barang bukti turut diamankan polisi yaitu satu buah golok bergagang warna coklat, satu buah sapu bergagang besi warna biru, satu lembar akta kelahiran korban, dan satu lembar kartu keluarga atas nama ayah korban. 

Kasus penganiayaan ini menjadi buah bibir warga Desa/ Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi setelah viral di media sosial. Lalu, ibu kandung korban bernama LM melaporkan dugaan kekerasan terhadap putrinya itu ke polisi.

Polisi kemudian memeriksa sejumlah orang, termasuk ibu tiri korban, ayah kandung, dan ibu kandung korban. Hasil dari sejumlah pemeriksaan itulah, polisi akhirnya menetapkan SSA, ibu tiri korban, sebagai tersangka.

SSA diancam hukuman pidana kurungan paling lama 5 tahun berdasarkan Pasal 80 Ayat 2 Pasal 80 Ayat (2) dan (4) UU No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perubahan Kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 76 C UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. (*)

Print Friendly, PDF & Email