Penyaluran BST Tahap II Kemensos di Desa Mekarjaya Tuntas Satu Hari

oleh -
Kepala Desa Mekarjaya, Aden Soma secara simbolis menyerahkan BST tahap II dari Kemensos RI kepada salah seorang penerima.

Wartawan Joko Samudro Suroboyo  

Pembagian bantuan sosial tunai (BST) tahap II dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Desa Mekarjaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi dituntaskan dalam waktu satu hari, Jumat (19/2/2021). Kegiatan tersebut diselenggarakan di Balai Desa Mekarjaya.

Penyaluran bantuan ini dimonitor oleh Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Desa Mekarjaya. Jumlah penerima BST tahap II itu sebanyak 295 KPM (keluarga penerima manfaat).

Di dalam KPM itu termasuk di antaranya penyandang disabilitas, pekerja informal,  dan pelaku usaha mikro yang tinggal di Desa Mekarjaya. Tiap KPM menerima bantuan sebesar Rp300 ribu.

Di tengah kesibukannya memantau penyaluran BST dari Kemensos RI, Kapala Desa Mekarjaya, Aden Soma mengatakan, para penerima bantuan merupakan warga terdampak wabah Covid-19 yang tidak menerima bantuan dari provinsi, kabupaten, maupun desa.

Secara simbolis Aden menyerahkan BSI tahap II Kemensos RI kepada salah seorang penerima bantuan. Dalam pembagian bantuan ini, tim pembagi menerapkan persyaratan yang sederhana. Penerima cukup memperlihatkan KTP, KK, dan surat undangan.

Kades berharap kepada para penerima bansos tersebut untuk menggunakan dana yang diterimanya dengan bijak agar dapat meringankan beban hidup mereka. Tujuan pembagian bansos dari pusat itu bukan untuk belanja, melainkan untuk membantu warga yang sedang mengalami kesusahan akibat adanya wabah Covid-19.

“Kami juga mengimbau warga desa agar tetap tenang, tidak panik menghadapi wabah Covid-19 yang belum juga menghilang. Yang penting taati instruksi dari pemerintah dan penuhi aturan protokol kesehatan,” tuturnya.

Di tempat pembagian BST Kemensos tahap II, semua hadirin diwajibkan memenuhi aturan protokol kesehatan yang salah satunya harus mengenakan masker.

“Kami selalu menerapkan protokol kesehatan pada setiap kegiatan yang mendatangkan orang dalam jumlah banyak. Langkah ini merupakan upaya nyata untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19,” tutur Ujang.  (*)

Print Friendly, PDF & Email