PSN Perisai Putih Ajarkan Muridnya Teladani Ilmu Padi

oleh -
Para murid PSN Perisai Putih tekun mempelajari ilmu yang disampaikan oleh pelatih di padepokan cabang Talaga, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan Dicky Sopyan

Perguruan Silat Nasional (PSN) Perisai Putih selalu mengajarkan kepada setiap muridnya untuk hidup sederhana dan rendah hati. Selain mengajarkan jurus kanuragan, perguruan silat ini menerapkan filosofi ilmu padi, makin berisi semakin merunduk.  

Dengan demikian, para murid di PSN Perisai Putih akan tunduk pada prisip filosofi tersebut. Semakin tinggi ilmu silat yang dikuasai, semakin besar dorongan untuk menegakkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan.

Demikian disampaikan guru dan pelatih kepala sekaligus pemilik Padepokan Perisai Putih, Alfian, S.H. ketika ditemui wartawan di padepokannya di Desa Talaga, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Minggu (7/2/2021).

Teori dasarnya, ujar Alfian, setiap pesilat Perisai Putih selalu siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dalam situasi dan kondisi apapun.

“Artinya para murid Perisai Putih siap mempertahankan diri dari ancaman dan gempuran lawan baik dengan menggunakan senjata ataupun jurus tangan kosong,” ujar Alfian.

Setiap murid di Padepokan PSN Perisai Putih, kata dia, sejak diterima  sebagai anggota baru selalu diingatkan dan ditanamkan sikap rendah hati dan tidak besar kepala. Para murid diindoktrinasi, ilmu kanuragan yang diajarkan oleh tim pelatih harus digunakan untuk membela yang lemah dan membasmi kemunkaran.

“Ilmu silat hasil belajar di padepokan kami jangan dipakai untuk mencederai orang lain. Tapi harus dipakai untuk membantu orang yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Pendiri dan Guru Besar PSN Perisai Putih adalah almarhum R.A. Bustami Barasubrata. Perisai Putih didirikan di Surabaya tahun 1967.  Padepokan Perisai Putih cabang Sukabumi berdiri tahun 2012. Selain di Desa Talaga, Perisai Putih juga membuka padepokan di SMK Pertanian Cibadak dan SMAN 1 Kota Sukabumi.

Dari waktu ke waktu jumlah anggota Perisai Putih semakin bertambah. Para murid menekuni pelajaran teori dan praktik ilmu bela diri asli Indonesia. Di Padepokan PSN Perisai Putih Talaga tidak kurang dari 100 murid yang belajar secara rutin.

Padepokan PSN Perisai Putih menggelar latihan tiap Sabtu dan Minggu. Untuk anak-anak dan remaja dari pukul 08.00 sampai puukul 11.00 WIB, sedangkan bagi orang dewasa dari pukul 16.00 sampai dengan pukul 19.00 WIB.  

“Pelatih kelompok anak dan remaja pelatihnya anak saya yang nomor 3, Alvin Dwi Septian atau biasa disapa Avin. Sementara untuk kelompok dewasa saya sendiri yang turun tangan,” tutur Alfian.

Banyak kejuaraan yang telah diikuti para murid PSN Perisai Putih dan menghasilkan trofi juara. Salah satunya kejuaraan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada November 2020. (*)

Print Friendly, PDF & Email