Pantai Cicaladi, Sisa Kejayaan Pesisir Purba di Selatan Sukabumi

oleh -
Keindahan Pantai Cicaladi setara dengan pantai-pantai purba yang penuh kejutan alam dan hamparan karang yang membentengi pesisir dari amukan ombak samudera luas.

Wartawan Dicky Sopyan

Pantai Cicaladi memiliki keunikan yang sangat khas karena bentuknya berupa teluk dengan pulau kecil yang terpisah dari daratan oleh selat sempit. Sekilas pantai yang terletak di ujung selatan Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi ini seperti pesisir di zaman purba. Pola bentangan alam di Pantai Cicaladi merepresentasikan geopark atau taman geologi yang harus dilestarikan keberadaannya.

Cicaladi berasal dari kata caladi yaitu nama unggas sejenis burung pelatuk yang suka melubangi pohon atau tebing dengan paruhnya. Penggemar film kartun tentu mengenal tokoh fiktif  Woody pada serial Woodpecker yang menggambarkan tingkah laku burung pelatuk yang menggemaskan. Pantai tersebut dinamakan Cicaladi oleh penduduk lokal karena tebing-tebingnya dipenuhi lubang yang merupakan sarang burung peluk.

Bagi warga Desa Sukatani,Pantai Cicaladi merupakan objek wisata andalan untuk menghasilkan pendapatan bagi kas desa dan penghasilan untuk warga sekitar. Setiap hari, pantai ini cukup ramai oleh pengunjung dari kalangan wisawatan domestik maupun luar desa dan kecamatan. Para wisatawan dapat menikmati pemandangan yang eksotik sambil merasakan sejuknya hembusan angin laut.

“Objek wisata Pantai Cicaladi ramai dikunjungi wisatawan lokal Surade maupun luar Surade, bahkan banyak juga pengujung dari luar daerah. Sayangnya jalan menuju Pantai Cicaladi rusak parah,” Kata Kepala Desa Sukatani, H. Ijrop Pranoto kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Posisi pantai Cicaladi berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia. Pantai ini juga berbatasan dengan Pantai Minajaya di sebelah barat. Penampakannya berupa cerukan yang memiliki dua gerbang dari arah laut lepas. Di daratan dua gerbang ini terdapat delta yang menyerupai pulau yang juga terpisah dari daratan.

Cerukan yang terbentuk oleh proses geologi itu memiliki tiga sisi berupa tebing karang di sebelah timur, barat, dan utara yang ketiganya bersentuhan dengan daratan. Pulau pembatas gerbang laut dihubungkan dengan daratan oleh jembatan bambu dengan kontruksi sederhana, namun kokoh.

Hanya orang-orang bernyali baja yang berani menyebrangi jembatan tersebut. Sebab ketika dilewati, jembatan sepanjang sekitar 35 meter itu bergoyang-goyang seperti akan rubuh, sementara di bawahnya ombak besar tidak henti-hentinya bergulung-gulung dan menabrak-nabrakkan air laut ke dinding karang.

Pemandangan dari sisi barat sangat fantastis seperti pesisir di zaman purba. Setiap saat, gelombang dari arah Samudera Indonesia menyerbu dinding karang sehingga menimbulkan pecahan air bercampur buih yang melompat ke ujung tebing. Ketika ombak datang, sebagian airnya membentur dingding karang pada pulau dan masuk ke area pulau. Sisa-sisa air laut yang kembali ke laut dari pulau merayap pada dingding karang yang airnya menyerupai air terjun.

Sampai sekarang, Pantai Cicaladi belum dikelola secara profesional. Di sana tersedia dua unit gezobo dan satu unit mushola yang dibangun oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi pada tahun 2017.

Pengelolaannya ditangani oleh pemuda desa setempat dengan harga tiket yang murah meriah sekitar Rp 5 ribu perorang.

Perjalanan menuju pantai Cicaladi, berangkat dari Surade masuk ke jalan Desa Jagamukti di pertigaan Sartiki yang jaraknya sekitar 100 meter sebelum Polsek Surade. Jalan tersebut melewati Desa Gunung Sungging, dan Kampung Leuwicagak Desa Cipeundeuy,

Dari Leuwcagak belok kiri, masuklah ke wilayah Desa Sukatani dengan kampung pertama Kampung Cikondang lalu berturut-turut Kampung Cipari, Kampung Cikopeng, dan tibalah di Pantai Cicaladi.

Dihitung dari pertigaan Desa Jagamukti, perjalanan yang ditempuh jauhnya sekitar 8 kilometer dengan kondisi jalan berkelok-kelok sepanjang 1,5 kilometer sudah beraspal, selebihnya masih pengerasan.

“Status jalan milik kabupaten, jadi perbaikannya merupakan tanggung jawab Pemkab Sukabumi,” ujar Kades ljrop. (*)

Print Friendly, PDF & Email