Janda Lansia Hidup Sebatang Kara Berteman Duka dan Nestapa

oleh -
Ma Oneng dalam usianya yang telah memasuki masa senja, Ma Oneng tetap berjuang keras untuk menyabit rumput untuk dua ekor domba miliknya.

Wartawan Suryana

Di masa tuanya, Ma Oneng (80) warga Kampung Cibodas RT 04 RW 10, Desa/Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi harus menjalani kehidupan yang berat, penuh derita dan nestapa. Dia hidup sebatang kara dan terpaksa harus menelan pahitnya kehidupan seorang diri.

banner 970x90

Namun dengan semangatnya yang pantang menyerah, dia berusaha mencari nafkah sendiri tanpa berharap belas kasihan dari tetangga dan orang-orang di sekelilingnya.

Untuk menyambung hidupnya, dia hanya mengandalkan dari dana BLT bantuan pemerintah dan bantuan rehab rumah beberapa.waktu yang lalu.

Bantuan dari pemerintah hanya bersifat sementara dan sewaktu-waktu. Sementara untuk menutup kebutuhan hidup seperti makan dan minum sehari-hari, Ma Oneng harus menunggu hasil penjualan domba miliknya. Setiap hari dia sibuk mencari dan menyabit rumput untuk dombany itu. Sekarang dia punya dua ekor domba. 

“Pergi pagi, pulang petang, Ema harus menyabit rumput untuk memberi makan domba. Nanti kalau sudah besar akan Ema jual untuk biaya hidup sehari-hari,” kata Ma Oneng, Sabtu (6/2/2021).

Kisah pilu yang dialami Ma Oneng dibenarkan oleh tetangganya yang juga bekerja sebagai penyabit rumput bernama Euceung. Dia dan Ma Oneng harus berjalan sepanjang 1 kilometer untuk mendatangi padang rumput yang luas berisi rumput yang hijau dan segar.

“Pendengaran Ema sudah tidak normal. Jadi kalau bicara dengannya harus kencang. Ema orangnya ulet dan pekerja keras. Walaupun susah, Ema pantang meminta-minta,” ujar Euceung. (*)

Print Friendly, PDF & Email