Puskesmas Berperan Penting dalam Penanganan Covid-19

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami (kanan) bersama jajaran Forkopimda ketika mengikuti peresmian Program Puspa oleh Guberunur Jabar secara virtual.

Wartawan Joko Samudro Suroboyo

Pemkab Sukabumi dan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi terus mengoptimalkan fungsi dan peranan puskesmas dalam upaya penanganan Covid-19, termasuk pencegahan dan pengurusan pasiennya. Selama ini puskesmas yang ada di Kabupaten Sukabumi terlibat aktif dalam sosialisasi, pengurusan rujukan pengobatan ke rumah sakit, atau pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

banner 970x90

Hal itu dikatakan Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami setelah menghadiri peresmian  program Puskesmas Terpadu dan Juara (Puspa) oleh Gubernur Jawa Barat HM. Ridwan Kamil secara virtual, Senin (1/2/2021). Bupati bersama Forkopimda dan pejabat terkait mengikuti peresmian tersebut di Pendopo Sukabumi.

“Kabupaten Sukabumi belum  masuk ke dalam program Puspa. Namun penanganan Covid-19 di tingkat puskesmas sudah dilaksanakan secara optimal,” kata bupati.

“Sejak awal pandemi, sosialisasi oleh puskesmas kepada masyarakat sudah sangat intens, termasuk melaksanakan 3T yang menjadi acuan penanganan Covid-19,” tambahnya.

Selain itu, ujar bupati, Pemkab Sukabumi juga mengoptimalkan Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) untuk penanganan pasien yang membutuhkan penanganan segera.

Dengan memaksimalkan peran Puskesmas PONED, tenaga medis di wilayah dapat langsung merujuk pasien yang tidak bisa ditangani puskesmas ke rumah sakit.

Program Puspa, lanjutnya, bertujuan untuk memperkuat respon puskesmas dalam menangani Covid-19, khususnya yang terkait dengan testing, tracing, dan treatment (3T).

Sementara itu dalam sambutannya gubernur mengatakan, melalui program Puspa, pemerintah akan menambahkan 5 orang petugas khusus yang fokus dalam penanganan Covid-19, khususnya 3T di setiap puskesmas yang masuk program tersebut.

“Penanganan Covid-19 ini harus intens. Makanya di puskesmas ada penambahan lima SDM yang khusus menangani Covid-19. Selama ini, puskesmas keteteran dalam  melaksanakan tugas 3T karena juga harus melaksanakan tugas pokok dan fungsi sehari-hari,” kata Kang Emil. 

Para petugas khusus tersebut akan ditempatkan di 100 puskesmas di berbagai daerah. Jadi jumlah petugas khusus pada program Puspa ini mencapai 500 orang.

Mereka akan disebar ke 12 kota/kabupaten di Jabar yaitu Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cimahi, Kota Depok, dan Kota Tasikmalaya.

Lewat strategi baru tersebut, Kang Emil mengharapkan puskesmas bisa semakin kuat dalam melaksanakan 3T untuk mempercepat penanganan kasus Covid-19. (*)

Print Friendly, PDF & Email