Polisi Kota Menangkap Terduga Pengedar Tramadol

oleh -
Barang bukti obat jenis Tramadol beserta barang bukti lain yang diamankan polisi.
Terduga pelaku pengedar obat berbahaya jenis Tramadol diamankan di Mapolres Sukabumi Kota.

Wartawan Joko Samudro Suroboyo

Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Sukabumi Kota menangkap dan mengamankan AJ (24) di Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Sudajayahilir, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Minggu (24/01/2021) sekitar pukul 15.00 WIB. Polisi menahan AJ bersama barang bukti berupa obat jenis psikotropika sebanyak 390 butir.

“Kemarin, hari Minggu sore, kami menangkap pemilik Tramadol di Jalan Lingkar Selatan,” kata Kasat Reserese Narkoba Polres Sukabumi Kota, AKP Ma’ruf, Senin (25/1/2021).

Berdasarkan identitas diri yang dimilikinya, AJ merupakan warga Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Dia ditangkap oleh tim dari Satres Narkoba ketika sedang berada di pertigaan Jalan Balandongan yang merupakan bagian dari akses Jalan Lingkar Selatan.

Ketika tim patroli tiba di tempat penangkapan, petugas melihat seseorang yang gerak-geriknya mencurigakan. Mereka pun langsung melakukan pemeriksaan badan terhadap orang tersebut. Akhirnya polisi menemukan ratusan butir obat berbahaya tanpa izin edar dari orang itu. Kemudian diketahui, pemilik Tramadol ini bernama AJ.

“Dari tangan terduga pelaku, kami mengamankan 390 butir obat jenis Tramadol, satu buah jaket, satu unit telepon genggam, dan satu unit sepeda motor,” jelas AKP Ma’ruf.

Dalam pemeriksaan, ujar Kasat Resrse Narkoba, AJ mengaku bahwa ratusan butir Tramadol yang dikuasainya berasal dari seseorang, mungkin penjual yang bukan pengecer. AJ membeli Tramadol dari orang tersebut untuk diedarkan dan dijual secara eceran. Kini penyuplai Tramadol itu masih dicari keberadaannya oleh polisi. 

Hingga saat ini, AJ berikut barang bukti lainnya masih diamankan di Mapolres Sukabumi Kota guna kepentingan penyidikan.

AJ terancam pasal 197 Jo Pasal 106 (1) Subsidair Pasal 196 Jo Pasal 98 (2) Undang-undang RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (*)

Print Friendly, PDF & Email