Wali Kota Tegaskan Saatnya Pemda Sosialisasikan Vaksin Covid-19

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi (duduk di meja pimpinan, sebelah kiri) bersama Sekda H. Dida Sembada ketika mempin rapat dinas pertama tahun 2021.

Wartawan Joko Samudro Suroboyo

Wali Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, H. Achmad Fahmi memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk segera mensosialisasikan vaksinasi Covid-19. Sosialisasi tersebut diawali kepada kalangan tenaga kesehatan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Sukabumi. 

banner 970x90

Perintah wali kota itu disampaikan ketika memimpin rapat dinas pertama pada 2021 di Balai Kota Sukabumi, Senin (4/1/2021). Rapat tersebut diikuti Sekda H. Dida Sembada serta secara virtual oleh para kepala SKPD, para camat, dan lurah.   

“Sebagai bagian dari pencegahan wabah Virus Corona, vaksinisasi Covid-19 harus segera disosialisasikan tentang prosedur dan tahap-tahapannya. Sosialisasi dimulai ke setiap SKPD,” kata wali kota.

Kegiatan sosialisasi tersebut sangat penting dalam rangka menyambut datangnya vaksin Covid-19 di Kota Sukabumi. Jadi ketika vaksin datang, para petugas sudah bisa langsung melaksanakan vaksinasi Covid-19.

“Saya juga menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk melakukan evaluasi pada sistem pelayanan penanganan Covid-19. Hal ini untuk menekan laju pertumbuhan kasus baru Covid-19 termasuk menekan angka kematian,” ujar Fahmi.

Rapat dinas tersebut dilaksanakan dengan memenuhi aturan protokol kesehatan. Semua pejabat yang hadir mengenakan masker dan menjaga jarak. Sebelum memasuki ruangan rapat di Balai Kota, mereka mencuci tangan dengan sabun di bawah air yang mengalir.  

“Sosialisasi Pesan Ibu 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan harus terus digencarkan ke berbagai kalangan masyarakat,” tutur Fahmi.

Pada bagian lain wali kota juga menyampaikan, aparat dan pemerintah harus terus mengembangkan inovasi di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir. Di tengah kesulitan, masyarakat bisa berkreasi untuk menghadapi wabah yang menimbulkan kesulitan dan kesengsaraan.

Sementara untuk pembelajaran tatap muka di sekolah, Wali Kota menegaskan bahwa rencana tersebut masih dalam pembahasan dengan mempertimbangkan segala keuntungan dan risikonya. (*)

Print Friendly, PDF & Email