Wartawan Senior Sukabumi Meninggal Dunia

oleh -
Jenazah Issamsi, S.H. dipulasara di rumah duka di Kampung Canghegar, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan M. Ridwan

Insan pers di Sukabumi kehilangan salah satu penjaga marwah profesi jurnalistik. Wartawan senior yang selama ini aktif di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Issamsi, S.H. meninggal dunia di kediamannya di Palabuhanratu, Sabtu (2/1/2021) pagi. Issamsi menghembuskan napas terakhir dalam usia 74 tahun.

banner 970x90

Mendengar kepergian wartawan senior tersebut, dunia pers pun berduka. Para wartawan yang mengenang perjuangan pria sepuh tersebut tak kuasa menahan air mata. Mereka kehilangan salah satu figur yang selalu berjuang untuk mewujudkan kemerdekaan pers di Sukabumi.

Jasad Issamsi diberangkatkan dari rumah duka di Kampung Cangehgar, belakang Gang Supra, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi menuju tempat peristirahatannya yang terakhir. Almarhum dikebumikan di TPU Citarate, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten.

Nama Issamsi terakhir tercatat sebagai wartawan di SKM Barita Mandiri. Sampai maut menjemputnya, dia masih tetap menekuni profesinya dan tercatat sebagai wartawan yang aktif.  Almarhum juga termasuk salah satu sesepuh PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kabupaten Sukabumi.

Salah seorang sahabat baik Issamsi, Drs. H. Rachmat Djuniardi mengatakan, almarhum identik dengan PWI. Orangnya berpendirian tegas, terutama menyangkut PWI. Untuk membela PWI, ujar Rachmat, almarhum siap berdebat dan bersilang pendapat dengan siapa pun.  

“Pak Issamsi pernah bilang kepada saya, darah-dagingnya adalah benar-benar PWI. Beliau pernah menjadi pengurus PWI di berbagai provinsi,” ujar Rachmat yang aktif sebagai wartawan Pikiran Rakyat sejak 1984 sampai tahun 2000-an.

Issamsi pernah menjadi pengurus PWI Provinsi Lampung dan Jawa Tengah. Dalam kepengurusan PWI Kabupaten Sukabumi periode 2017-2020 di bawah kepemipinan Rachmat, dia menjabat wakil ketua.

“Beliau sarat pengalaman di PWI. KTA PWI atas nama Pak Issamsi berlaku seumur hidup. Kami kehilangan figur pejuang jurnalistik yang konsisten menjaga marwah profesi. Semoga Pak Issamsi mendapat pengampunan atas segala dosa dan kesalahan dan ditinggikan derajatnya di alam barzah,” tutur Rachmat. (*)

Print Friendly, PDF & Email