Persatuan Nelayan Tradisional Makin Eksis, Pengurus Membangun Kantor Ranting Simpenan

oleh -
Ketua DPD PNTI Kabupaten Sukabumi H. Asep Herman meletakkan batu pertama pada pembangunan kantor Ranting PNTI Kecamatan Simpenan.

Wartawan M. Ridwan

Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) semakin eksis dan terus menunjukkan kiprahnya dalam memajukan dan mensejaterahkan para nelayan tradsional. Salah satu eksistensi DPD PNTI Kabupaten Sukabumi ditunjukkan dengan adanya pembangunan Kantor Ranting PNTI Kecamatan Simpenan.

banner 970x90

Pembangunan Kantor Ranting PNTI Kecamatan Simpenan diresmikan oleh Ketua DPD PNTI Kabupaten Sukabumi, H. Asep Herman di Kampung Talanca, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kamis (24/12/2020). Peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Asep.

“Lokasi kantor ranting Simpenan sangat strategis karena terletak di jalur utama kawasan geopark. Di tempat  ini bisa dibangun rest area sebagai tempat menjual ikan dan berbagai hasil olahan ikan,” kata Asep dalam sambutannya.

Setelah selesai dibangun, ujar dia, kantor tersebut banyak manfaatnya. Selain tempat berkumpul, kantor ranting bisa dijadikan tempat usaha. Para nelayan bisa mengekspresikan segala permasalahan yang dihadapinya kepada pengurus untuk dicarikan solusi dan jawabannya. Di kantor itu, para pengurus dan anggota bisa berkonsolidasi untuk mewujudkan visi dan misi organisasi.

“PNTI lahir dari dorongan para nelayan. Jadi kehadiran PNTI harus dijadikan ajang untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi,” tutur dia.

Selama ini, DPD PNTI telah menjalin kerja sama dengan berbagai kalangan, salah satunya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sukabumi. Bersama DKP, PNTI mengadakan pelatihan pengelolaan ikan dan perbaikan mesin perahu.

“Ke depannya kami akan menjalin kerja sama dengan provinsi dan pusat untuk menjalankan program peningkatan kesejahteraan nelayan. Selain itu kami menjalin hubungan dengan perusahaan, salah satu Pertamina,” jelas Asep.

Jumlah nelayan di Kabupaten Sukabumi, kata dia, kira-kira sebanyak 5.000 orang. Mereka, ujar Asep, membutuhkan perhatian pemerintah dan organisasi nelayan untuk meraih kesejahteraan.

Di tempat yang sama, Ketua Ranting PNTI Kecamatan Simpenan, Riki mengatakan, kantor ranting dibangun dengan dana swadaya para nelayan. Pengurus tidak meminta bantuan kepada perusahaan maupun instansi pemerintah.

“Nantinya di kantor ini, kami para nelayan mengelar diskusi untuk kemajuan bersama dan meningkatkan silaturahmi,” kata Riki. (*)

Print Friendly, PDF & Email