Korban Banjir Paling Parah di Cibuntu Bisa Jalankan Usaha Kembali

oleh -
Jejeran ruko dan kios di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi yang siap digunakan kembali sebagai tempat usaha.
Salah satu kios yang dibangun oleh relawan setelah hancur diterjang banjir bandang di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan.

Wartawan Suryana  

Para korban banjir bandang di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi mulai bangkit dari keterpurukan. Mereka mendapat bantuan berbagai kalangan, salah satunya Grab Nusantara untuk membangun kios dan infrastruktur yang rusak.

banner 970x90

Banjir mengamuk pada Senin, 11 September 2020 sore. Akibat terjangan air sejumlah bangunan dan infrastuktur publik hancur dan rusak berat. Korban berjatuhan, rumah hancur, dan barang-barang terbawa arus air.

Salah satu korban adalah Dadang, warga RT 01 RW 04 Kampung Cibuntu Desa Pasawahan. Pada bencana itu, Dadang kehilangan empat kios dan barang dagangan di dalamnya yang terbawa aliran air bah.

“Kami mndapat bantuan dari relawan ojek online mulai bahan bangunan, tenaga kerja, hingga finishing bangunan,” kata Silvi (20), menantu Dadang ketika ditemui di tempat usahanya, Selasa (15/12/2020).

Berita terkait: Dadang Meratapi Tokonya yang Bangkrut Diterjang Air Bah

Pembangunan tiga unit kios dan satu ruko dikerjakan oleh organisasi Grab kurang dari dua bulan. Keluarga Dadang tinggal menerima kunci dari tim relawan yang dengan susah payah mengumpulkan bahan bangunan dan membangun kios, ruko, dan rumah yang hancur.

“Kini satu ruko dan tiga kios milik keluarga kami telah selesai dibangun. Kami tinggal memikirkan mencari modal untuk isinya,” tutur Silvi.

Atas nama keluarga besar Dadang, dia menyampaikan terima kasih kepada para relawan termasuk keluarga besar ojek online yang telah mengorbankan pikiran, tenaga, dan harta untuk membantu para korban banjir bandang. Ucapan yang sama disampaikan kepada Posko Bencana.

Sebelum banjir Dadang berjualan sembako, pakan burung dan ayam, dan tempat permainan play station. Semua kegiatan usahanya ditampung di dalam empat kios yang berjejer rapi di pinggir jalan. Sementara rumahnya yang terletak di atas jalan selamat dari amukan air banjir bandang.

Dadang juga kehilangan sepeda motor yang biasa digunakan untuk menunjang operasional bisnisnya. Nyaris saja, Dadang hanyut terbawa sepeda motor yang terseret arus air. (*)

Print Friendly, PDF & Email