Pergeseran Tanah di Banjarsari, Jalan Desa Rusak dan 5 Rumah Terancam Rubuh

oleh -
P2BK Cidadap Husni Mubarok berada di lokasi pergeseran tanah yang menghancurkan jalan desa di Kampung Buniwangi II, Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi.
Kepala Desa Banjarsari, Tajudin (kiri) bersama P2BK Cidadap Husni Mubarok di lokasi pergeseran tanah.

Wartawan M. Hamjah

Pergeseran tanah di Desa Banjarsari, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi memporakporandakan jalan desa di Kampung Buniwangi II RT 14 RW 03. Akibat pergeseran tanah tersebut, jalan desa amblas dan rusak berat sepanjang 30 meter. Jalan yang lebarnya 3 meter itu tidak dapat dilalui kendaraan bermotor.

“Bencana itu juga merusak saluran air dan membuat ambruk fondasi jembatan. Saluran air rusak total dan harus diperbaiki dari nol,” kata P2BK (Petugas Penanggalangan Bencana Kecamatan) Cidadap, Husni Mubarok kepada wartawan, Senin (30/11/2020).

Posisi jembatan juga terancam rubuh karena fondasinya tergerus oleh pergerakan tanah di sekitarnya. Jembatan tersebut merupakan penghubung ke wilayah Desa Sinarbentang, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi.  

Selain itu 5 rumah dalam posisi terancam runtuh karena berada di jalur retakan tanah yang mengalami pergeseran. Sistem pengairan ke areal sawah lumpuh total sehingga tidak dapat mengalirkan air yang sangat dibutuhkan petani terutama pada musim kemarau. Bangunan lain yang terdampak adalah tugu batas desa.

 “Kami masih terus melakukan pendataan kerusakan infrastruktur akibat pergeseran tanah ini,” ujar Husni.

Pergeran tanah di Buniwangi II itu terjadi pada Ahad (29/11/2020) sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu hujan mengguyur kawasan Desa Banjarsari dan sekitarnya. Warga dikejutkan dengan suara tanah runtuh yang terdengar hingga puluhan meter. Ternyata jalan desa yang mengarah ke jembatan ambruk dan tanah di sekelilingnya juga hancur lebur seperti terkena tembakan mortir.

“Saya menerima laporan pergseran tanah di Kampung Buniwangi II dari Ketua KNPI dan Kepala Desa Banjarsari Pak Tajudin,” jelas dia.

Warga yang akan melewati jalan yang tertimpa pergeseran tanah harus mendorong sepeda motornya sampai ujung jalan yang amblas.

Hunsi juga menyampaikan, kerugian akibat pergeseran tanah tersebut kira-kira Rp150 juta. Menurut dia, untuk memperbaiki jalan, saluran air, dan fondasi jembatan yang rusak dibutuhkan material berupa bronjong 250 buah, batu pecah 100 kubik, pipa peralon 6 inc 10 batang, dan semen 50 zak.

Di lokasi bencana tampak retakan di permukaan yang mengarah ke permukiman penduduk. Salah seorang warga Kampung Buniwangi II, Saepuloh mengatakan, jalur retakan pada permukaan tanah di sekitar jembatan sudah tampak sejak Kamis, 19 November lalu.

P2BK terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaaan dalam menghadapi ancaman bencana di musim hujan. Apabila terjadi bencana, masyarakat bisa menghubungi call center BPBD Kabupaten Sukabumi di nomor (0266) 6323717 atau HP/WA P2BK Cidadap dengan nomor 085720552885. (*)  

Print Friendly, PDF & Email