Pelajaran dari Kluster Pesantren Al-Bayan, Pasien Sembuh di Atas 84 Persen

oleh -
Diagram garis penambahan pasien sembuh Covid-19 di Kabupaten Sukabumi dalam kurun waktu 22 sampai dengan 29 November 2020.

Wartawan Joko Samudro   

Perkembangan kasus warga terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat membentuk pola zigzag, naik turun tanpa bisa dipresiksi. Sejak muncul kluster baru di Pesantren Al-Bayan, Cibadak, Kabupaten Sukabumi pada awal bulan November 2020 dengan penambahan pasien baru Covid-19 hingga 284 orang, sempat muncul kekhawatiran, penyebaran wabah Covid-19 semakin tidak terkendali.

Ternyata kemudian kekhawatiran itu tidak terbukti. Penambahan pasien Covid-19 memang sempat melonjak tajam, tapi selama tujuh hari dari 16 sampai dengan 22 November 2020, jumlah pasien anteng di bilangan 1.092. Jadi dalam kurun tujuh hari tidak terjadi penambahan kasus Covid-19 alias nihil. Fenomena nol kasus Covid-19 itu terus berulang, termasuk pada Ahad (29/11/2020).

Belajar dan berkaca pada penambahan kasus Covid-19 yang melonjak tajam di Pesantren Al-Bayan, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi mengambil berbagai langkah dan kebijakan untuk menekan laju penambahan kasus Covid-19. Salah satunya menggalakkan Operasi Yustisi dan sosialisasi protokol kesehatan dan gerakan 3M (mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun).

Berkat kerja keras Satgas dan Pemkab Sukabumi, penambahan kasus Covid-19 harian tidak melonjak, tidak pernah melewati 100, bahkan di bawah 75 kasus. Dari tanggal 22 sampai dengan 29 November 2020 penambahan kasus Covid-19 harian berturut-turut 0; 70; 0; 3; 30; 71; 64; dan 0. Ada 3 hari tanpa kasus Covid-19 dan paling banyak 71 kasus pada 27 November  2020. Artinya upaya pencegahan yang dilakukan Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi menuai hasil yang cukup menggembirakan.

Penambahan kasus perhari itu membentuk jumlah kumulatif kasus Covid-19 tiap hari dari 22 sampai dengan 29 November 2020 dengan rincian 1.092; 1.162; 1.162; 1.165; 1.195; 1.266; 1.330; dan 1.330. Jadi selama delapan hari tersebut, penambahan pasien positif mencapai 238 atau rata-rata perhari kurang dari 30 kasus. Dibandingkan dengan 284 kasus dalam satu hari seperti terjadi di Pesantren Al-Bayan, penambahan ini masih jauh lebih baik dilihat dari upaya preventif terhadap Covid-19.

Namun sayangnya keberhasilan tersebut belum diikuti dengan keberhasilan dalam upaya kuratif atau penyembuhan. Hal ini ditandai dengan bertambahnya secara terus-menerus jumlah pasien diisolasi yang sejalan dengan tersendatnya penambahan pasien sembuh.  Data jumlah pasien yang menjalani isolasi dalam kurun waktu  delapan hari itu adalah 79; 85; 82; 76; 96; 137; 185; dan 185. Selama delapan hari itu, jumlah pasien yang menjalani isolasi bertambah, kecuali pada tanggal 24 dan 25 November yang turun dibandingkan satu hari sebelumnya.

Sementara penambahan pasien sembuh cenderung melambat dengan persentase pasien sembuh terhadap jumlah kumulatif pasien Covid-19 yang terus menurun. Pada  22 November 2020 terjadi pencapaian persentase tertinggi pasien sembuh terhadap jumlah kumulatif kasus Covid-19 yang mencapai 93,86%. Persentase ini diperoleh dari jumlah pasien sembuh sebanyak 1.025 terhadap jumlah kumulatif kasus Covid-19 pada hari itu yang mencapai 1.092.

Setelah pencapaian puncak persentase pasien sembuh tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi harus berjalan tertatih-tatih untuk menahan persentase tersebut agar tidak terlalu anjlok. Dengan bekerja keras dan membanting tulang, sampai tanggal 29 November 2020 Satgas berhasil  mempertahankan persentase pasien sembuh di atas 84 persen.

Jumlah kumulatif pasien sembuh sejak 23 sampai dengan 29 November 2020 dan persentasenya terhadap jumlah kumulatif  kasus Covid-19 adalah sebagai berikut 1.059 (91,14%); 1.062 (91,39); 1.071 (91,93%); 1.081 (90,46%); 1.111 (87,76%); 1.127 (84,74%); dan 1.127 (84,74%).

Dari data tersebut tampaklah penambahan pasien sembuh relatif lebih kecil dan lambat dibandingkan penambahan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Laju penambahan pasien sembuh tiap hari dari 22 sampai dengan 29 November 2020: 0; 34; 3; 9; 10; 30; 16; dan 0.

Kluster penyebaran wabah Covid-19 di Pesantren Al-Bayan mendorong Pemkab Sukabumi dan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi terus melakukan koordinasi untuk menyamakan langkah dan persepsi dalampenanganan Covid-19 di lingkungan pesantren. Pada Selasa (10/11/2020), Pjs. Bupati Sukabumi Raden Gani Muhamad memimpin rapat koordinasi untuk membahas hal tersebut yang melibatkan MUI, Kantor Kementerian Agama, dan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi.

“Kami melibatkan semua stakeholder terkait untuk penanganan Covid-19 di pesantren dalam rangka menyamakan persepsi untuk menangani penyebaran wabah Covid-19 di pesantren,” kata Gani dalam pembukaan rakor.

Pembahasan rakor difokuskan pada upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan pesantren. Langkah tersebut dianggap penting dan urgen setelah terjadi kasus Covid-19 di Pesantren Al-Bayan dengan jumlah santri yang terkonfirmasi positif mencapai 284 orang.

Pemkab Sukabumi dan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi, kata Gani, juga akan menginventarisir dan mengecek kembali sarana prasarana protokol kesehatan yang ada di pesantren.

Dari hasil pengecekan itu, pemda dan satgas serta para pemangku kepentingan yang lainnya bisa mengambil langkah-langkah taktis untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 di pesantren.

“Inventarisir dan pengecekan itu sangat penting. Sukabumi terkenal sebagai daerah santri. Jangan sampai terjadi penularan Covid-19 yang masif di pesantren,” ucapnya.

Selain itu, Pemkab Sukabumi dan Kantor Kemenag Kabupaten Sukabumi akan mengevaluasi kegiatan pembelajaran di pesantren terutama yang dikaitkan dengan penerapan protokol kesehatan. 

Selain membuka posko kesehatan di Pesantren Al-Bayan, Pjs. Bupati Sukabumi juga melihat langsung kondisi pesantren tersebut dan para santrinya. Pada kunjungan itulah Gani melihat para santri Al-Bayan yang sedang menjalani isolasi nampak dalam kondisi sehat, baik secara fisik maupun psikis.  Menurutnya, semua pihak telah bekerja secara optimal. Sehingga mampu menangani peristiwa Covid-19 kluster pesantren secara baik.

Dia memuji soliditas antara pengasuh Pesantren Al-Bayan dan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi yang dapat bekerja sama secara optimal.

Berkat kerja keras Satgas Penanganan Covid-19 dan kedisiplinan dalam menjalani isolasi mandiri, perlahan tapi pasti para santri Al-Bayan itu sembuh dari Covid-19 berdasarkan swab test atau tes usap. Pasien yang sembuh dari Al-Bayan itu semuanya telah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari dan mengikuti tes usap untuk memastikan kesembuhannya. Sebelum memasuki akhir bulan November 2020, Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi mengumumkan seluruh santri Al-Bayan yang terpapar Covid-19 dinyatakan sembuh. (*)

Diagram batang penambahan pasien Covid-19 di Kabupaten Sukabumi dalam kurun waktu 22 sampai dengan 29 November 2020.
Diagram garis persentase pasien sembuh Covid-19 di Kabupaten Sukabumi dalam kurun waktu 22 sampai dengan 29 November 2020.

Print Friendly, PDF & Email