Wali Kota Menutup Lapang Merdeka untuk Publik

oleh -
Suasana Lapang Merdeka tampak lengang menjelang diberlakukannya penutupan fasilitas publik paling besar di Kota Sukabumi tersebut.

Wartawan Joko Samudro (PSN)  

Menghadapi peningkatan kasus Covid-19 di Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi mengambil langkah strategis dan taktis guna mencegah penyebaran Virus Corona. Langkah yang ditempuh antara lain menutup Lapang Merdeka dan Alun-alun Digital Kota Sukabumi.

banner 970x90

Untuk sementara waktu, masyarakat tidak boleh menggunakan Lapang Merdeka untuk kegiatan sosial dan olahraga, apalagi kegiatan yang mengundang kerumunan massa. Pada dasarnya pemda setempat melarang segala jenis kegiatan yang dapat memicu kerumunan manusia.

”Dengan adanya peningkatan kasus Covid-19, pemda melakukan langkah antisipatif di antaranya menghentikan segala aktivitas di pusat atau lokasi berkumpulnya publik seperti Lapang Merdeka dan Alun-alun Kota Sukabumi,” kata Wali Kota Fahmi dalam pernyataan kepada wartawan, Jumat (27/11/2020).

Rencananya penutupan Lapang Merdeka diberlakukan mulai Sabtu (28/11/2020) besok. Di samping itu, Pemkot Sukabumi juga membatasi kegiatan di kawasan Car Free Day (CFD) yang rutin diselenggarakan tiap hari Ahad di Jalan R. Syamsudin, S.H. Lokasi lain yang juga dibatasi kegiatan publiknya adalah kawasan wisata air panas Santa Sea.

“Kawasan Car Free Day masih berjalan namun tidak dilaksanakan kegiatan senam bersama. Warga tidak boleh berkerumun di kawasan CFD. Begitu juga di Santa Sea dilarang melaksanakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan warga,” ujar Fahmi.

Menurut wali kota, upaya ini sejalan dengan arahan dari Gubernur Jabar kepada para kepala daerah yang ada di Tatar Pasundan. Dia akan terus menggerakkan upaya guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 secara maksimal dan besar-besaran.

Wali kota juga tetap menekankan gerakan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun harus terus disosialisasikan dan digelorakan. Langkah-langkah yang telah dan akan diambilnya itu merupakan bagian dari upaya mengendalikan penyebaran Covid-19.

”Terkait zonasi Covid-19 berdasarkan data terakhir, Kota Sukabumi masih zona orange atau risiko sedang,” kata Fahmi.

Zona oranye berada di antara zona kuning dan merah. Penetapan zonasi ditentukan pemerintah provinsi dan pusat. Pernyataan Fahmi itu disampaikan untuk menepis dan mengklarifikasi adanya informasi yang menyebutkan Kota Sukabumi masuk zona merah. (*)

Print Friendly, PDF & Email