Di Tengah Wabah, Pencapaian Target Investasi Tahun 2020 Cukup Tinggi

oleh -
Pjs. Bupati Sukabumi Raden Gani Muhamad ketika membuka rapat konsolidasi data realisasi investasi se-Wilayah I Bogor yang diselenggarakan DPMPTSP Provinsi Jawa Barat.

Wartawan Joko Samudro (PSN)  

Di tengah wabah Covid-19, pencapaian realisasi target investasi tahun 2020 di Kabupaten Sukabumi tergolong tinggi. Sampai dengan akhir triwulan III atau bulan September 2020, tingkat pencapaian targetnya bisa mencapai 80,11 persen. Pada sisa waktu sampai akhir tahun 2020, target tersebut dapat mencapai 100 persen atau bahkan lebih.

banner 970x90

Hal itu dikatakan Pjs. Bupati Sukabumi Raden Gani Muhamad saat membuka rapat konsolidasi data realisasi investasi se-Wilayah I Bogor yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat bertempat di Hotel Horison Sukabumi,  Kamis (26/11/2020).

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan target investasi 2020 dan sampai triwulan III, capaian realisasinya sudah di angka 80,11 persen,” ujar Gani.

Investasi tersebut, ujar dia, meliputi  Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sejauh ini, walaupun sedang didera wabah Covid-19, lanjutnya, nilai investasi di Kabupaten Sukabumi masih menunjukkan tren positif.  

“Kita patut bersyukur atas pencapaian ini. Selain itu kita tetap harus bekerja ekstra keras untuk mempromosikan investasi di daerah sehingga bisa menarik investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.

Dalam sambutannya itu Pjs. Bupati Sukabumi juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya DPMPTSP Provinsi Jawa Barat yang telah memprakarsai rapat konsolidasi tersebut.

“Semoga rapat ini bisa menghasilkan rumusan kebijakan, khususnya menyangkut urusan pemerintah bidang penanaman modal yang berpihak pada iklim investasi yang kondusif. Ini penting bagi terciptanya berbagai lapangan kerja baru,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Ningsih mengatakan, kegiatan rapat konsolidasi diselenggarakan per wilayah agar fokus membahas isu terkini dan kondisi investasi di tiap-tiap daerah. Semua peserta yang berasal dari daerah di wilayah I harus terlibat aktif dalam diskusi dan memberikan masukan.  

Selama ini, ujar Noneng, realisasi investasi di Jawa Barat merupakan pencapaian  tertinggi di Indonesia. Dilihat dari ICOR (Incremental Capital Output Ratio), Jawa Barat berada di level 4. Jadi Jawa Barat memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap ekonomi nasional. 

“Jabar masih paling menguntungkan dalam hal investasi. Bahkan secara indikator, investasi di Jawa Barat sangat efisien, baik dari lahan, akses, dan infrastruktur yang sangat baik. Juga termasuk produktivitas tenaga kerjanya,” kata Noneng.

“Supply chain sangat dekat, bahan baku murah, market besar, dan usia produktif melimpah. Sehingga investor memiliki banyak pilihan untuk memperoleh tenaga kerja ahli dan produktif,” lanjutnya.

Kapala DPMPTSP Jabar mengharapkan rapat konsolidasi bisa melakukan pembahasan untuk mewujudkan investasi yang semakin berkualitas. Artinya investasi harus berdampak kepada masyarakat sekitar dalam bentuk penyerapan tenaga kerja dan peningkatan derajat ekonomi masyarakat. (*)

Print Friendly, PDF & Email