Alumni dan Muhibbin Al-Masthuriyah Siap Menangkan Paslon Bakang-Siroj

oleh -
Ketua Rampas, Agung Munajat menyeru para alumni dan muhibbin pesantren untuk mendukung pasangan nomor urut 3 Abu Bakar-Sirojudin.

Wartawan Aep Saepudin  

Para alumni dan muhibbin Pesantren Al-Masthuriyah siap memenangkan pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Sukabumi, DR. KH. Abu Bakar Sidik, M.Ag. – H. Sirojudin, S.E.  (Bakang-Siroj).

Untuk meneguhkan dan merealisasikan tekadnya itu, mereka membentuk Relawan Alumni dan Muhibbin Al-Masthuriyah untuk Pasangan Abu Bakar-Sirojudin atau Rampas. Melalui Rampas, para alumni dan muhibbin Pesantren Al-Masthuriyah telah mengkonsolidasikan kekuatan anggota di 47 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi.

“Kami sudah mengkonsolidasikan seluruh alumni Al-Masthuriyah untuk tiap angkatan di 47 kecamatan. Suara kami bulat untuk pasangan Bakang-Siroj nomor urut 3,” kata Ketua Rampas, Agung Munajat ketika ditemui di  kediamannya di Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (17/11/2020).

Pesantren Al-Masthuriyah yang sudah berjalan sejak 100 tahun lalu, ujar Agung, memiliki alumni yang tersebar di berbagai daerah. Mereka merupakan lulusan dari pesantren, RA, MI, MD, MTs, MA, SMK, dan STAI Al-Masthuriyah. Di Kabupaten Sukabumi jumlah alumni pesantren tersebut mencapai ratusan ribu orang.

“Pak Abu Bakar adalah santri. Sudah saatnya santri menjadi pemimpin di Kabupaten Sukabumi,” kata Agung yang pernah mengenyam pendidikan agama di MD Al-Masthuriyah.

Niat dari dukungan Rampas itu, ujar Agung, adalah untuk mendapatkan kebarokahan para guru dan ilmu dari Pesantren Al-Masthuriyah. Agama Islam mengatur adab dan etika murid kepada guru seperti tercantum pada Al-Quran Surat Al-Kahfi ayat 60-82.

Agung pun mengingatkan syair yang pernah dilantunkan oleh Sulthonul Qulub al-Habib Munzir bin Fuad al-Musawa bersama al-Imam al-Habib Umar Muhdhor bin Abdurrohman Assegaf yang berbunyi: Man ana, man ana laulaakum , kaifa maa hubbukum kaifa maa ahwaakum

“Artinya, siapakah diriku, siapakah diriku kalau tiada bimbingan kalian para guru.  Bagaimana aku tidak cinta kepada kalian dan bagaimana aku tidak menginginkan bersama kalian?” tutur Agung.

Untuk menunjukkan rasa cinta kepada guru, kata dia, seluruh alumni dan muhibbin Pesantren Al-Masthuriyah atau mereka yang pernah menjadi santri untuk mendukung santri menjadi bupati Sukabumi. Pilihan yang paling tepat adalah paslon nomor urut 3 yang diusung PDI Perjuangan, PKB, dan PPP serta didukung PBB.

“Jadi warga Kabupaten Sukabumi yang pernah menjadi santri atau majelis taklim di pesantren hendaknya mendukung Bakang-Siroj,” ujarnya. 

Saat ini alumni dan muhibbin pesantren menyebar di berbagai sektor kehidupan dan lapangan kerja. Mereka menjadi pengusaha, aparatur sipil pemerintahan, pedagang, buruh, wirausahawan, polisi, tentara, petani, dan pejabat di perusahaan swasta. Kalau digabungkan, para alumni dan muhibbin pesantren ini akan menjadi kekuatan dahsyat untuk menjadikan Bakang-Siroj sebagai pemenang Pilkada 2020.

“Saatnya kini santri memimpin,  dari pesantren menuju Pendopo Kabupaten Sukabumi,” kata Agung.

“Kita selaku alumni harus cinta pada keluarga para guru di pesantren. Jalan untuk berhidmat kepada guru dan keturunannya adalah datang berbondong-bondong ke TPS dan mencoblos nomor urut 3 pasangan Abu Bakar dan Sirojudin pada tanggal 9 Desember 2020 nanti,” sambungnya. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email