DLH Berlakukan Larangan Penggunaan Kantong Keresek di Tempat Perbelanjaan Modern

oleh -
Toserba Yogya merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang sudah siap melaksanakan larangan penggunaan kantong plastik.

Wartawan Herman Suherman

Betapa terkejutnya Iwan Setiawan setelah berbelanja di Alfamart Sukalarang, Kabupaten Sukabumi dia diharuskan membeli tas ramah lingkungan yang disediakan minimarket tersebut. Petugas Alfamart mengatakan, pemda memberlakukan larangan penggunaan kantong plastik atau lebih populer disebut kantong keresek untuk menampung barang belanjaannya.

banner 970x90

“Pilihannya kami harus membeli tas yang terbuat dari bahan ramah lingkungan atau membawa tas sendiri dari rumah. Saya memilih membeli kantong yang disediakan Alfamart,” kata Iwan ketika ditemui wartawan setelah berbelanja di Alfamart Sukalarang, Rabu (11/11/2020).

Di luar harga yang harus dibayar untuk belanja, warga Kampung Semplak, Desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang ini harus membeli tas dari kain tipis seharga Rp5 ribu. Menurutnya, harga tas itu termasuk murah, bentuknya juga modis, manfaatnya serba guna, dan bisa dipakai berulang kali.

“Lain waktu kalau akan belanja ke supermarket atau minimarket di wilayah Kabupaten Sukabumi, saya akan membawa tas sendiri atau membeli tas yang modis,” ujar Iwan.

Rupanya Iwan tidak mengetahui kalau pada saat dia berbelanja ke Alfamart  merupakan hari pertama  pelaksanaan Perbup Sukabumi Nomor 81 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Kebersihan Melalui Gerakan Sukabumi Bersih, Tertib dan Asri (Bestari).

Berdasarkan Perbup tersebut, pemda melarang penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan dan pertokoan modern di wilayah Kabupaten Sukabumi. Untuk mengimplementasikan aturan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi menugaskan personelnya untuk mengawasi sejumlah tempat perbelanjaan modern.

Petugas DLH Kabupaten Sukabumi mendatangi beberapa pusat perbelanjaan modern antara lain Toserba Yogya, Toserba Selamat, Toserba Berkah, Indomaret, Alfamart, dan Yomart. 

Berdasarkan pemantauan di sejumlah tempat, semua pusat perbelanjaan di Kabupaten Sukabumi melaksanakan Perbup 81 Tahun 2019 itu. Toko-toko tersebut menyediakan tote bag dari kain yang bisa dipakai berulang kali, kardus, atau kantong dari kertas.

Kepala DLH Dedah Herlina  menjelaskan, diberlakukannya Perbup Nomor 81 Tahun 2019 merupakan upaya preventif  pemerintah dalam mengurangi volume sampah plastik.

“Kami minta seluruh pelaku usaha, pusat perbelanjaan, dan seluruh stakeholder untuk terus  mensosialisasikan soal penerapan larangan penggunaan kantong plastik di wilayah Kabupaten Sukabumi,” ujar Dedah.

Sementara Kabid Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska menerangkan, untuk mendukung implementasi Perbup tersebut, Bupati Sukabumi telah membuat Surat Edaran mengenai pengurangan penggunaaan kantong plastik. Dalam surat itu jelas disebutkan, penerapan larangan penggunaan kantong plastik terhitung mulai tanggal 11 November 2020. 

Gerakan Sukabumi Bestari, ujar Denis, merupakan gerakan untuk menjalin sinergitas antara perangkat daerah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Sukabumi dalam melakukan pengelolaan di bidang kebersihan lingkungan.

“Gerakan Sukabumi Bestari mempunyai tiga program utama yang terdiri dari pengurangan penggunaan kantong plastik, penetapan kawasan bebas sampah, dan pengenaan sanksi administratif  terhadap pelanggaran pengelolaan sampah,” kata Denis.

Gerakan Sukabumi Bestari diharapkan dapat mengurangi sampah yang dapat mencemari lingkungan dan mengubah perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah di lingkungan tempat tinggalnya.

“Seluruh pihak harus bekerja sama dalam mensukseskan program ini untuk menciptakan wilayah Kabupaten Sukabumi yang bersih, tertib, dan asri,” ujar Denis. (*)

Print Friendly, PDF & Email