Didukung Personel Polri, Wali Kota Siagakan Tim Gabungan Penanganan Bencana

oleh -
Pasukan gabungan dari unsur Polri yang disiagakan untuk menghadapi bencana alam di tengah musim hujan tahun ini di Kota Sukabumi.

Wartawan Joko Samudro (PSN)

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi memimpin apel konsolidasi kesiapan penanganan bencana alam bertempat Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Sabtu (7/11/2020) sekitar pukul 08.00 WIB. Pada apel itu dilibatkan ratusan personel gabungan dari Kodim 0607 Kota Sukabumi, Polres Sukabumi Kota, Sat Pol PP, Dishub, BPBD, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, PMI, Senkom, dan Pramuka.

banner 970x90

Dalam keterangannya kepada wartawan seusai memimpin apel siaga, Wali Kota menyampaikan menegaskan, apel gabungan tersebut dilaksanakan dalam rangka menguatkan kesiapan Pemkot Sukabumi, TNI, dan Polri dalam menangani bencana alam.

“Hari ini apel konsolidasi dilaksanakan bersama Polri, TNI, dan berbagai elemen lain dalam rangka menghadapi hal-hal yang tidak kita duga terkait bencana yang mungkin terjadi di musim hujan ini,” kata Fahmi.

Insya Allah, ujar dia, seandainya terjadi musibah di Kota Sukabumi, personel gabungan siap untuk melakukan mitigasi dan upaya-upaya lain guna mengurangi risiko bencana. 

Pada apel konsolidasi itu tampak hadir Dandim 0607 Kota Sukabumi Letkol Inf. Danang Prasetyo Wibowo, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni, Wakil Wali Kota Sukabumi H. Andri Setiawan Hamami, dan unsur Forkopimda lainnya.

Apel konsolidasi diakhiri dengan pemeriksaan kesiapan pasukan dan pengecekan peralatan untuk penanggulangan bencana.

Pimpinan daerah dan unsur Forkopimda melakukan pemeriksaan pasukan dan pengecekan peralatan pada apel konsolidasi penanggulangan bencana alam.

Fahmi juga menerangkan bahwa hampir setiap wilayah di Kota Sukabumi termasuk rawan bencana dengan karakteristik yang berbeda-beda, misalnya di tengah musim hujan ini banjir dan longsor.

“Di wilayah Kota Sukabumi ada beberapa daerah rawan bencana banjir, longsor, dan gempa bumi masing-masing dengan karakteristiknya,” terang wali kota.

Dia pun menyebutkan, wilayah yang harus diwaspadai adalah Kecamatan Cikole sebagai kecamatan yang paling sering dilanda bencana alam. Terkait dengan kondisi tersebut, Pemkot Sukabumi bersama unsur Forkopimda Kota Sukabumi terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat seputar tanggap bencana

“Kami melakukan edukasi, termasuk juga terus menambah Kelurahan Tangguh Bencana untuk meningkatkan kesiapan dan partisipasi masyarakat  dalam penanggulangan bencana,” kata Fahmi.

Dari data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, selama Januari sampai dengan bulan Oktober 2020 telah terjadi 180 kali bencana, antara lain banjir, longsor, cuaca ekstrem, dan kebakaran. Kerugian materil yang ditimbulkan oleh bencana tersebut sekitar Rp3,7 miliar. (*)

Print Friendly, PDF & Email