Babinsa Cibodas Imbau Peserta Program PTSL Menjaga Sertifikat Tanah dengan Baik

oleh -
Anggota Koramil 0712/Parungkuda Kodim 0607 Kota Sukabumi, Koptu Sugiyanto yang sehari-hari juga mengabdi sebagai Babinsa Cibodas.

Wartawan Joko Samudro (PSN)

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Koptu Sugiyanto mengimbau warga yang menjadi peserta program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) agar dapat menjaga sertifikat yang diterimanya dengan baik.

banner 970x90

Peserta program harus memanfaatkan sertifikat tersebut sesuai peruntukan dan manfaatnya seperti untuk persyaratan dalam mengajukan pinjaman ke bank resmi. Jangan sampai sertifikat itu hilang atau digunakan untuk kepentingan yang salah kaprah, misalnya digadaikan kepada lembaga yang tidak memiliki legalitas untuk menyelenggarakan usaha gadai atau simpan pinjam.

Pernyataan Koptu Sugiyanto itu disampikan di tengah kegiatan pembagian sertifkat tanah dari program PTSL di Aula Balai Desa Cibodas, Kamis (5/11/2020). Anggota Koramil 0712/Parungkuda, Kodim 0607/Kota Sukabumi ini hadir pada kegiatan pembagian sertifikat bersama Kades Cibodas, Sekdes Cibodas, dan Bhabinkamtibmas Desa Cibodas.

Pembagian sertifikat PTSL ini dilakukan langsung oleh perwakilan dari BPN (Badan Pertahanan Nasional) Kabupaten Sukabumi. Secara simbolis sertifikat diserahkan oleh Kades Ujang Suparman. Banyak sertifikat yang dibagikan sebanyak 215 sertfikat.  

“Warga yang mendapat sertifikat dari program ini agar dapat menjaganya sebaik mungkin, jangan sampai hilang. Terus tidak boleh digunakan untuk keperluan yang tidak sesuai dengan peruntukan sertifikat,” ujar dia.

Koptu Sugiyanto percaya dan yakin, warga Cibodas yang menerima sertifikat dapat menjaga dan memanfaatkan dokumen tersebut dengan baik dan proporsional. Setelah menerima sertifikat, lanjut dia, warga menjadi tenang karena telah memegang bukti kepemilikan tanahnya yang diterbitkan oleh negara.

“Mudah-mudahan sertifikat yang diperoleh dari program PTSL ini dapat menambah semangat warga dalam bekerja dan mengolah lahan,” tuturnya. (*)  

Print Friendly, PDF & Email