Benarkah Balai Kota akan Berlakukan WFH? Fahmi Menunggu Jawaban Dinkes

oleh -
Petugas PMI melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan Balai Kota Sukabumi seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 di lingkungan ASN Pemkot Sukabumi.

Wartawan Joko Samudro (PSN)

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi membuka wacana pemberlakuan sistem work from home (WFH) atau kerja dari rumah bagi ASN yang bekerja di lingkungan Balai Kota Sukabumi. Wacana ini dilontarkan seiring meningkatnya kasus Covid-19 di kalangan ASN Pemkot Sukabumi.

banner 970x90

Terkait dengan kasus tersebut, Fahmi memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan Balai Kota Sukabumi. Perintah itu pun dilaksanakan oleh PMI Kota Sukabumi yang mengerahkan petugas khusus untuk mengguyur lingkungan tempat berkantor wali kota tersebut dengan cairan disinfektan.

Kepada wartawan, Senin (2/11/2020), Wali Kota Fahmi mengatakan, sampai sejauh ini dirinya belum mengetahui secara persis jumlah ASN yang terpapar Covid-19. Dia masih menunggu data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi.

Dari data yang diterima, Fahmi menyebutkan terjadi penambahan kasus Covid-19 di ASN yang bekerja di balai kota. Walaupun jumlah belum pasti, dia telah mengetahui adanya kecenderungan jumlah ASN yang terinfeksi Virus Corona terus bertambah.

“Tapi kami belum bisa menentukan perlu tidaknya diterapkan WFH karena belum ada data jumlah ASN yang positif Covid-19. Kami masih menunggu hasil kajian dari Dinkes terkait hal ini,” kata wali kota.

Nantinya hasil kajian dari Dinkes itu akan dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat keputusan tentang WFH untuk ASN, khususnya yang bekerja di lingkungan Setda Kota Sukabumi. Berdasarkan hasil kajian itu, ujar Fahmi, bisa saja Dinkes menyimpulkan tidak perlu WFH tetapi cukup dengan memperketat protokol kesehatan di lingkungan Balai Kota Sukabumi.  

Dari ASN yang terpapar, lanjur Fahmi, sebagian menjalani isolasi mandiri dan yang lainnya dirawat di rumah sakit. Mereka yang menjalani perawatan diketahui komorbid atau memiliki penyakit penyerta.

“Tadi pagi saya intruksikan Dinkes untuk melakukan pemetaan dan kajian cepat. Hasilnya masih ditunggu,” kata dia.

“Kami minta semua ASN untuk betul-betul menjaga kesehatan serta terus menerapkan protokol kesehatan dalam melaksanakan tugasnya. Ini penting untuk mncegah penyebaran Covid-19,” tambah Fahmi.

Sementara itu Kepala Markas PMI Kota Sukabumi, Zaini menjelaskan, penyemprotan disinfektan di lingkungan Balai Kota Sukabumi telah dilaksanakan secara berkala sejak bulan Maret lalu sampai hari ini. Penyemprotan besar-besaran telah dilakukan sebanyak empat kali.

“Penyemprotan disinfektan saja tidak cukup. Untuk mencegah penyebaran Covid-19 perlu disiplin dari semua kalangan dalam menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” kata Zaini.

Perkembangan terakhir kasus Covid-19 di Kota Sukabumi berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, jumlah kumualtif kasus Covid-19 mencapai 476. Dari jumlah itu sebanyak 103 orang masih menjalani isolasi, 367 dinyatakan telah sembuh, dan 6 orang meninggal dunia. (*)

Print Friendly, PDF & Email