Angin Puting Beliung Mengamuk, 150 Rumah di Tugubandung Berantakan

oleh -
Rumah salah seorang warga yang hancur dan rubuh setelah diterpa angin puting beliung yang melanda 3 kedusunan di Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
Kebun milik warga Desa Tugubandung hancur berantakan setelah disapu angin puting beliung yang lewat di lokasi tersebut.

Wartawan Joko Samudro (PSN)

Di tengah hujan yang cukup deras, angin puting beliung mengamuk di Desa Tugubandung, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Kamis (29/10/2020) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Akibat amukan angin berkecepatan sekitar 60 km/jam itu sebanyak 150 rumah hancur berantakan, terutama bagian atapnya.

banner 970x90

Gerakan angin puyuh yang berhembus kencang dalam kecepatan tinggi tidak disangka oleh warga Desa Tugubandung. Belakangan ini, mereka telah akrab dengan cuaca hujan karena memang akhir bulan Oktober sudah memasuki musim hujan.

Namun, hujan yang mengguyur sore ini disertai dengan angin dengan tenaga besar dan kecepatan tinggi. Guyuran air dari langit disertai angin kencang yang berputar-putar dengan gerakan zigzag di sekitar permukiman penduduk dan area pertanian.

“Kami sudah terbiasa dengan hujan karena memang sudah musimnya. Tapi hujan yang barusan benar-benar mengagetkan kami karena disertai angin kencang yang berputar,” kata seorang warga Desa Tugubndung yang menyaksikan angin puting beliung menghancurkan benda-benda yang dilewati pusarannya.

Penduduk kaget melihat angin yang berputar-putar disertai gerakan ke samping dan ke depan dalam kecepatan tinggi. Rumah, bangunan publik, dan pepohonan yang dilewati angin puting beliung tersebut langsung berjatuhan dan tumbang. Warga bersahut-sahutan mengumandangkan adzan dan sebagian bertakbir ketika angin puyuh tersebut menunjukkan kedigjayaannya.

Amukan angin itu menyasar atap rumah-rumah yang berada di lintasannya. Angin tersebut melewati tiga kedusunan yaitu Cicadas, Kaladi 2, dan Kedusunan Tugu.

Setelah angin dan hujan mereda, Kepala Desa Tugubandung Yudi dan jajarannya langsung terjun ke lokasi. Yudi berkoordinasi dengan para kepala dusun dan linmas untuk melakukan langkah penanganan darurat. Pada waktu yang bersamaan, Yudi juga menyampaikan laporan ke Kantor Kecamatan Kabandungan.

Taksiran sementara berdasarkan hasil perhitungan cepat perangkat desa, jumlah rumah yang mengalami kerusakan sekitar 150 unit. Hampir semuanya rusak berat.

“Sekitar 150 rumah hancur di tiga kedusunan. Ini data sementara, untuk pastinya nanti setelah tim dari kecamatan dan BPBD turun ke lokasi,” kata Yudi ketika dihubungi melalui telepon seluler.

Langkah yang dilakukan saat ini, ujar Yudi, adalah mengevakuasi warga yang rumahnya hancur dan rusak. Perangkat desa melakukan pengaturan agar para korban dapat tinggal sementara di rumah para tetangga atau kerabat yang selamat dari amukan angin puting beliung.

“Jadi posisi saat ini, ada warga yang tinggal di rumah tetangga dan kerabatnya. Yang penting mereka mempunyai tempat berlindung. Kami juga menyiapkan fasilitas tempat tinggal sementara,” ujar Yudi. (*)  

 

Print Friendly, PDF & Email