Poktan Barokah Tertarik Program Kerja PAS

oleh -
Jejen (paling kiri) bersama anggota Poktan Barokah ketika panen kacang panjang di kebun garapan di Kampung Bantarkaret, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan.

Wartawan Aep Saepudin  

Kelompok Petani (Poktan) Barokah yang berdomisili di Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi tertarik pada program kerja yang diajukan PAS (Pasangan Abu Bakar-Sirojudin). Mereka mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Sukabumi PAS karena paslon nomor urut 3 ini memiliki program unggulan tiga kartu.

banner 970x90

“Kami sebagai kelompok tani yang menghimpun para petani benar-benar mengiginkan PAS dapat merealisasikan program kartu yang diajukan pada masa kampanye ini,” kata pengurus Poktan Barokah, Jejen ketika ditemui di lahan garapan pertanian di Kampung Bantarkaret, Desa Cijalingan, Selasa (27/10/2020).

Program kartu yang dimaksudkan oleh Jejen adalah Kartu Guru Ngaji, Kartu UMKM, dan Kartu Petani dan Nelayan. Dari program tersebut, ketiga kelompok masyarakat itu menerima dana bantuan sebesar Rp1 juta perorang tiap tahun. Untuk satu kartu disiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar. Jadi total dana bantuan untuk tiga kartu itu mencapai Rp300 miliar.

“Program seperti itu sudah barang tentu didukung oleh para petani dan nelayan karena dapat mensejahterakan kami yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Bantuan seperti itu sangat dinantikan dan diharapkan oleh petani dan nelayan,” ujar Jejen.

Petani dan nelayan sering menghadapi kondisi sulit dalam menajalankan kegiatan usahanya. Seperti sekarang, harga pupuk urea mencapai Rp6 ribu, padahal sebulan lalu masih Rp2 ribu perkilogram. Kondisi seperti ini sangat memberatkan petani yang kehidupannya bergantung pada pupuk.

Jejen sendiri memiliki lahan garapan dengan luas 15.000 meterpersegi atau 1,5 haktare. Dia membutuhkan pupuk urea sebanyak 500 kilogram untuk tuap musim tanam, sedangkan jatah yang dia dapatkan hanya 30 kilogram. Kekurangannya yang sangat banyak harus cari sendiri dan beli sendiri dengan harga nonsubsidi.  

“Sudah hampir 7 tahun lebih kelompok tani kami tidak pernah mendapatkan bantuan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Banyak poktan yang lain mendapatkan bantuan dalam bentuk alat pertanian, bibit-bibitan, pupuk maupun obat-obatan untuk tanaman,” tutur Jejen.

Sejalan dengan itu, bantuan pemerintah pusat melalui Kartu Tani belum maksimal manfaatnya bagi para petani. Karena itu, adanya program Kartu Petani dan Nelayan dari paslon DR. KH. Abu Bakar Sidik, M.Ag. – H. Sirojudin, S.E. sangat menarik perhatian petani dan poktan.

“Kalau bisa bantuan itu bukan hanya untuk petani, melainkan juga untuk kelompok tani berupa alat pertanian seperti hand tractor  yang sangat kami butuhkan,” kata Jejen.

Semoga, lanjut dia, paslon yang diusung PKB, PPP, dan PDI Perjuangan itu diberi kesempatan untuk mewujudkan programnya yang sangat mulia. Jejen mengimbau para petani dan nelayan untuk mendukung dan mencoblos nomor urut 3. (*)

Berita terkait: Kang Bakang Jelaskan Tiga Kartu untuk Solusi Era Milenial

Berita lainnya: Disambut Masyarakat Rancagoong, Cawabup Siroj Safari ke Gegerbitung

PKB Cidolog Kerahkan Segala Sumber Daya untuk Kemenangan Bakang-Siroj

Print Friendly, PDF & Email