Seksi Pelayanan Desa Tugubandung Berikan Layanan Prima untuk SKU

oleh -
Antrean warga di depan desk Seksi Pelayanan Desa Tugubandung untuk membuat Surat Keterangan Usaha dalam rangka pendaftaran calon penerima bantuan produktif usaha mikro.

Wartawan Joko Samudro (PSN)

Sejalan dengan dibukanya pendaftaran tahap II untuk calon penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dari Kementerian Koperasi dan UKM RI, Seksi Pelayanan Desa Tugubandung memberikan layanan prima untuk pembuatan SKU (Surat Keterangan Usaha).

banner 970x90

Di desa yang terletak di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi itu, prosedur pembuatan SKU dibuat mudah dan cepat. Para pemohon cukup membawa KTP, KK, dan pengantar dari ketua RT/RW untuk mendapatkan SKU sebagai salah satu syarat bagi calon penerima BPUM. Seksi Pelayanan benar-benar ingin memberikan pelayanan prima untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada masyarakat.

“Setiap hari kantor desa tidak pernah sepi oleh warga yang akan mengurus SKU. Kami siap melayani warga yang mengajukan permohonan surat tersebut,” kata Kepala Desa Tugubandung, Yudi kepada wartawan, Jumat (23/10/2020).

Pelayanan pembuatan SKU sudah digalakkan sejak masa pendaftaran calon penerima BPUM tahap I. Setelah tahap I sudah cair dananya dan pemerintah membukan tahap II, ujar Yudi, Pemdes Tugubandung  membuka kembali layanan khusus untuk pembuatan SKU.

“Di desa kami banyak pelaku usaha mikro seperti pemilik warung, usaha warung kopi, pengrajin, dan usaha industri rumahan. Karena itu wajar jika warga yang mengurus SKU cukup banyak,” tutur Yudi.

Kades Tugubandung berharap kepada para penerima BPUM bisa memanfaatkan dan menggunakan bantuan tersebut untuk modal. Jangan sampai uang bantuan itu dipakai untuk belanja barang-barang kebutuhan yang tidak mendesak atau keperluan lain di luar tujuan untuk pengembangan usaha.

“Semoga bantuan yang diterima para pelaku usaha mikro dapat meningkatkan kapasitas usaha mereka dan menaikkan status dari usaha mikro menjadi usaha kecil,” kata Yudi.

Warga mengantre dengan tertib untuk mendapatkan pelayanan pembuatan SKU.

Salah seorang pemohon SKU, Wahyu warga Kampung Cicadas RT 02 RW 04 Desa Tugubandung mengharapkan dirinya masuk ke dalam daftar penerima BPUM. Dia akan menggunakan dana tersebut untuk pengembangan usaha yang dikelolanya.

Sejak muncul wabah Covid-19 yang berlangsung sampai hari ini, Wahyu mengalami penurunan penghasilan karena perputaran roda usahanya berjalan seret dan tertatih-tatih.

“Mudah-mudahan bantuan dari pemerintah dapat membangkitkan kembali usaha yang saya kelola. Saya sangat membutuhkan modal,” ungkap Wahyu. (*)  

Print Friendly, PDF & Email