Nyaris Runtuh, Rumah Janda di Tenjoayu Dibangun dengan DD dan Swadaya

oleh -
Rumah milik Deudeu yang telah dirobohkan akan langsung dibangun dengan sumber dana dari DD dan swadaya masyarakat.

Wartawan Suryana

Rumah Deudeu (45), janda beranak tiga yang tinggal di Kampung Lemburkolot RT 03 RW 05 Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi dibangun dengan Dana Desa (DD) dan swadaya masyarakat. Karena kondisinya sangat mengkhawatirkan, tempat tinggal Deudeu dirubuhkan oleh para tetangga, Jumat (23/10/2020) pagi.

banner 970x90

Setelah diratakan dengan tanah, rumah Deudeu lahan dibereskan puing-puingnya untuk diganti dengan bangunan baru.  Untuk itu, pengurus RW setempat membentuk panitia lokal yang akan mengurus pembangunan rumah Deudeu. Panitia inilah yang bertanggung jawab untuk mengurus pengaturan dana dan pembangunan rumah tersebut.

“Dari desa ada dana sebesar Rp13 juta, sementara kebutuhan dana untuk membangun rumah Bu Deudeu sekitar Rp30 juta. Jadi ada kekurangan Rp17 juta,” kata Ketua RW 05 Desa Tenjoayu, Ujang Miftah ketika ditemui seusai shalah Jumat di Masjid Jami Lemburkolot.

Kekurangannya itu, ujar dia, akan ditanggulangi oleh warga dari lima RT yang ada di wilayah RW 05. Ujang yakin, panitia dapat mengumpulkan dana sebesar Rp17 juta dengan cara rereongan.  

Tadi pagi rumah milik Deudeu yang merupakan warisan dari orang tuanya tersebut mau rubuh, akhirnya benar-benar dirubuhkan temboknya oleh anak-anak tetangga dengan menggunakan tambang. Rumah berukuran 4,5 x 5,5 meterpersegi itu telah berumur 70 tahun dan masuk kategori rumah tidak layak huni.

“Kami pun bermusyawarah untuk membentuk panitia. Jadi nanti ada tim yang bertanggung jawab untuk pengumpulan dana dan satu lagi tim untuk pelaksanaan pembangunan,” kata Ujang.

Pemerintah desa melalui LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa) Tenjoayu mengumumkan pembongkaran yang dilanjutkan pembangunan rumah Deudeu di masjid sebelum shalat Jumat. Sehabis shalat, warga pun beramai-ramai untuk menyelesaikan pembongkaran rumah Deudeu.

Menurut salah satu anggota tim yang menangani pembangunan, Mumuh, pembangunan rumah tersebut memakan waktu sekitar 20 hari. Pekerjaan pembangunan rumah ditangani oleh satu orang tukang dan 4 pembantu tukang ditambah tenaga sukarela dari warga.

Sementara waktu Deudeu dan ketiga anaknya tinggal di rumah tetangga terdekat. (*)

Print Friendly, PDF & Email