FKPM Jampangkulon Kerahkan Anggota untuk Lancarkan Pencairan BPUM

oleh -
Para penerima BPUM dari berbagai desa di Kecamatan Jampangkulon dan sekitarnya menunggu giliran dipanggil petugas di BRI Jampangkulon.

Wartawan Dicky Sopyan

Kiprah Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Wilayah VI Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi dalam melancarkan pelaksanaan program pemerintah sudah teruji oleh waktu. Kali ini FKPM Wilayah VI Jampangkulon melakukan pengawalan dan pendampingan pada proses pencairan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp2,4 juta di BRI (Bank Rakyat Indonesia).

banner 970x90

Guna menunjang kelancaran pendampingan itu, pengurus FKPM menyebarkan  anggotanya ke semua kantor unut BRI yang ada di Wilayah VI Jampangkulon. Secara keseluruhan kegiatan ini dikoordinir oleh Bunda Asty sebagai koordinator lapangan. Bundan Asty terus berkomunikasi dengan rekan-rekannya yang bertugas di berbagai kecamatan seperti Ciracap, Waluran, Ciemas, dan Tegalbuleud.  

“Tugas kami adalah membantu para pelaku usaha mikro yang akan mencairkan bantuan langsung tunai dari pemerintah,” kata Bunda Asty ketika ditemui di tempat pendampingan di BRI Jampangkulon, Jumat (23/10/2020).

Dalam melancarkan program pendampingan tersebut, FKPM bekerja sama dengan hampir semua ormas yang ada di Wilayah VI Jampangkulon. Berkat dukungan semua kalangan, kata dia, program pendapingan itu dapat berjalan sesuai dengan target.

Proses pencairan BPUM diawali dengan pengambilan nomor antrean. Setelah itu, penerima bantuan menunggu dengan tertib di tempat yang telah ditentukan. Penerima bantuan menunggu giliran dipanggil dengan sabar, tenang, dan tertib. Salah satu tugas FKPM adalah mencegah terjadinya antrean yang melanggar protokol kesehatan.

Ketua FKPM Wilayah VI Pajampangan yang juga Ketua Relawan REAKSI JKW Kabupaten Sukabumi, Bambang Jatnika Baroy mengatakan, bantuan dari pemerintah itu dapat meringankan beban pelaku usaha mikro yang menanggung beban akibat wabah Covid-19.

“Bantuan ini bertujuan  untuk memotivasi para pelaku usaha agar mereka bisa bangkit kembali setelah terpuruk oleh wabah Covid-19,” kata Bambang.

Bambang mengimbau masyarakat, khususnya mereka yang berada di tempat keramaian untuk selalu mentaati protokol kesehatan. Imbauan tersebut juga berlaku bagi para penerima BPUM yang akan mencairkan bantuannya di BRI.

“Taati selalu protokol kesehatan dengan selalu mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan,” ungkapnya.

Dari kiri ke kanan Bambang Jatnika Baroy,  Bunda Asty, dan Bung Alpa.

Harapannya para penerima BPUM dapat memanfaatkan dana bantuan dengan sebaik-baiknya untuk pengembangan usaha. Hendaknya, kata dia, dana BPUM itu tidak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang penerima bantuan, Sukaesih warga Kampung Lodaya RT 09 RW 03, Kelurahan/Kecamatan Surade manyampaikan rasa gembiranya dapat menerima bantuan sebesar Rp2,4 juta. Selama masa wabah Covid-19, dia mengalami penurunan pendapatan dari usaha yang dikelolanya.

“Alhamdulillah sekarang kami dapat bantuan untuk menambah modal. Beban kami agak berkurang. Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Presiden yang telah memberikan bantuan kepada pelaku usaha mikro seperti kami,” kami tutur Sukaesih. (*)

Print Friendly, PDF & Email