Kades Jayabakti Optimis Para Santri Dapat Mewarisi Semangat Resolusi Jihad

oleh -
Peringatan Hari Santri Nasional di Balai Desa Jayabakti dihadiri berbagai kalangan. Tampak duduk di tengah adalah Kepala Desa Jayabakti Opik.

Wartawan Joko Samudro (PSN)  

Kepala Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Opik optimis para santri dapat mewarisi semangat Resolusi Jihad yang dideklarasikan oleh para kiai NU di Surabaya pada 75 tahun yang lalu. Menurut Opik, berbekal semangat tersebut, para santri di seluruh Indonesia dapat menjadi suri teladan dalam membangun dan memajukan bangsa.

banner 970x90

Pernyataan Kades Opik itu disampaikan seusai mengikuti acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Balai Desa Jayabakti, Kamis (22/10/2020). Di masa lalu, ujar dia, Resolusi Jihad bisa mengobarkan semangat para santri dan masyarakat luas untuk mengusir penjajah, di masa sekarang semangat resolusi tersebut harus bisa mengusir kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan.

“Para santrilah pelopor untuk menggelorakan semangat membangun bangsa dengan semangat Resolusi Jihad,” kata Opik.

Sejarah mencatat, lanjutnya, sejak dulu santri termasuk kelompok anak bangsa yang berdiri paling depan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. Dengan berkembangnya zaman dan peradaban, hari ini mereka dapat lebih meningkatkan peran dan kiprahnya untuk mewujudkan kejayaan Indonesia.

Berita terkait: Peringatan HSN, Kades Cibodas Harapkan Santri Terus Berprestasi

Selain itu, sebagai anak bangsa yang sedang menuntut ilmu agama di pesantren, kata dia, santri dapat memberikan keteladanan dalam menjalankan syariat Islam. Mereka bisa menanamkan keyakinan kepada masyarakat luas bawah ikut serta dalam membangun dan memajukan bangsa merupakan bagian dari ibadah.

“Potensi santri ini sangat luar biasa. Mereka adalah generasi penerus syiar Islam dan pembangunan bangsa. Para santri juga pewaris ajaran Nabi dan penerus perjuangan para pahlawan,” tutur Opik.

Peringatan HSN tahun 2020 di Desa Jayabakti berlangsung dalam suasana sederhana, namun khidmat. Kegiatan tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, para ketua RT/RW, perangkat desa, pengurus Karang Taruna, dan para santri dari berbagai pondok pesantren. (*)

Print Friendly, PDF & Email