Pemda-BRI Bahas Pencegahan Kerumunan Penerima Bantuan Usaha Mikro

oleh -
Audensi antara Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sukabumi dan BRI membahas penyaluran bantuan untuk pelaku usaha mikro.

Wartawan Joko Samudro (PSN)

Pemkab Sukabumi mendorong BRI sebagai penyalur bantuan pelaku usaha mikro untuk melakukan pencegahan terjadinya kerumunan para pemohon atau penerima bantuan. Hal ini penting mengingat status Kabupaten Sukabumi yang masih berada di zona jingga dalam penyebaran wabah Covid-19.

banner 970x90

Dorongan pemda itu disuarakan oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Sukabumi,  H. Ardiana Trisnawiyana dalam audiensi dengan perwakilan Bank BRI Cabang Sukabumi di Pendopo Sukabumi, Selasa (20/10/2020).

Pada audensi itu para peserta membahas teknis dan tata cara penyaluran bantuan untuk pelaku usaha mikro yang dikaitkan dengan upaya mencegah Covid-19.

“Pertemuan ini sebagai bentuk antisipasi membludaknya masyarakat saat penyaluran bantuan dari pemerintah untuk pelaku usaha mikro. Di tengah pandemi Covid-19, kerumunan massa dalam bentuk apapun harus dicegah,” kata Ardiana ketika membukan pertemuan.

Karena itu atas nama Pemkab Sukabumi, Ardiana meminta BRI selaku bank panyalur untuk bisa mengendalikan para penerima bantuan. Dia menginginkan tidak terjadi penumpukan orang saat pengambilan bantuan atau pembuatan rekening di BRI.  Dengan demikian BRI harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama penyaluran bantuan.

Atas permintaan dan desakan pemda itu, Perwakilan Bank BRI Cabang Sukabumi Dodi Iskandar menyatakan, kantornya telah memperketat aturan protokol kesehatan sejak wabah Covid-19 merebak. Dia mengakui adanya kerumunan massa dari warga yang akan mengurus bantuan dari pemerintah. Antisipasinya BRI lebih memperketat pemberlakuan protokol kesehatan.

“Semua pengunjung kantor kami termasuk masyarakat yang mendapatkan bantuan harus menerapkan protokol kesehatan. Mereka wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum dan masuk ke kantor kami,” kata Dodi.

Salah satu aturan yang diberlakukan BRI menyangkut pembatasan jumlah warga yang akan membuat rekening. Jumlahnya dibatasi 100 orang perhari. Dodi pun minta jajaran pemda untuk membantu mensosialisasikan aturan pembatasan ini hingga ke tingkat desa.

Sebenarnya, lanjut Dodi, kalau tujuannya hanya untuk mengecek bantuan, pelaku usaha mikro tidak perlu datang ke BRI. Mereka bisa mengeceknya melalui  eform.bri.co.id/bpum.  Para penerima bantuan tidak perlu khawatir. Dana mereka aman dan terjaga dengan baik, tidak akan hilang. (*)  

Print Friendly, PDF & Email