Pjs. Bupati Imbau Masyarakat Jangan Anggap Enteng Covid-19

oleh -
Pjs. Bupati Sukabumi Raden Gani Muhamad (kanan) ketika menjadi narasumber pada talkshow ‘Mengawal Demokrasi Kabupaten Sukabumi di Tengah Pandemi’ yang digelar sukabumiupdate.com.

Wartawan Joko Samudro (PSN)

Pjs. Bupati Sukabumi, Raden Gani Muhamad mengingatkan masyarakat untuk serius dan sungguh-sungguh menghadapi wabah Covid-19. Dia mengimbau warga Kabupaten Sukabumi agar tidak menganggap sebelah mata penyakit yang belum ada vaksin dan obatnya itu.

banner 970x90

Pernyataan Gani itu disampaikan saat menjadi narasumber pada talkshow bertema ‘Mengawal Demokrasi Kabupaten Sukabumi di Tengah Pandemi’ bertempat di Pendopo Sukabumi, Senin (19/10/2020). Pada talkshow itu tampil sebagai host Oksa Bachtiar Camsyah, redaktur sukabumiupdate.com.

“Masyarakat jangan sampai menganggap Covid-19 sebagai hoax atau menghadapinya dengan enteng. Covid-19 nyata adanya. Karena itu kami terus bergerak untuk melakukan penanganan Covid-19,” kata Gani.

Pada acara itu, Pjs Bupati didampingi sejumlah pejabat pimpinan tinggai pratama antara lain Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Eki Radiana Rizki, Asisten Pemerintahan dan Kesra pada Setda Ade Setiawan, Kepala Dinas Pendidikan M. Solihin, dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Ardiana Trisnawiana.

Pemkab Sukabumi bersama Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, ujar Gani, terus melancarkan tracing (penelusuran) dan tracking (pelacakan) untuk mengetahui asal muasal dan penyebab penyebaran Covid-19. Termasuk di dalamnya adalah memonitor pendatang hingga ke tingkat RT dan RW.

“Kami belum berhenti melancarkan sosialisasi, edukasi, dan penegakan hukum sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran Covid-19. Kami juga membagikan masker kepada masyarakat,” ujarnya.

Kaitannya dengan Pilkada, KPU dan pemerintah telah membuat berbagai aturan agar dalam pelaksanaannya diterapkan aturan protokol kesehatan. Pemerintah tidak henti-hentinya mengimbau semua peserta Pilkada dan pendukungnya turut serta berpartisipasi untuk menekan penyebaran Covid-19. 

“Pilkada dengan menerapkan aturan protokol kesehatan bisa memberikan rasa nyaman dan kondusif bagi pasangan calon, pemilih, dan penyelenggara,” tuturnya.

Untuk menangani Covid-19, lanjut dia, perlu kerja keras dan kerja sama pemerintah dan masyarakat. Digelarnya operasi yustisi dalam rangka penegakan aturan protokol kesehatan, ujar Gani, merupakan bukti bahwa pemerintah mencintai masyarakat, bukan semata-mata memberikan sanksi.

“Tujuannya agar masyarakat disiplin dalam memakai masker dan menjaga jarak demi keselamatan bersama,” ujar Gani.

Selain itu Pemkab Sukabumi telah menyiapkan berbagai rencana dalam upaya menekan penyebaran Covid-19. Salah satunya membuat rencana pembangunan rumah sakit darurat untuk menampung pasien-pasien yang terinfeksi Virus Corona.

“Ketika perkembangan Covid-19 makin bertambah, tidak menutup kemungkinan, kita mengoperasikan rumah sakit darurat. Saat ini langkah yang paling penting adalah menekan penyebaran Covid-19,” kata dia.

Di sektor ekonomi, Pemkab Sukabumi telah memberikan pengurangan pajak bagi pelaku usaha yang terdampak wabah. Pemda juga mengupayakan program-program padat karya yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak.

“Kami membantu pemasaran produk usaha mikro dan kecil di tengah pandemi ini. Hal ini penting untuk menjaga perputaran roda ekonomi di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Solihin menandaskan, sampai sekarang pihaknya belum memberikan izin untuk pembelajaran tatap muka di sekolah. Kegiatan belajar di sekolah hanya diperbolehkan untuk zona kuning dan hijau, sementara Kabupaten Sukabumi masuk zona oranye atau jingga.

“Jadi sampai sekarang belum bisa pembelajaran tatap muka. Sekalipun begitu, kami tetap menyiapkan berbagai sarana pendukung untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka ketika keadaan sudah kondusif,” kata Solihin. (*)  

Print Friendly, PDF & Email