PAS Terpilih, 100 Ribu Guru Ngaji Mendapat Bantuan

oleh -
Calon Bupati Sukabumi, DR. KH. Abu Bakar Sidik, M.Ag.

Wartawan Aep Saepudin  

Kesungguhan dan citra pasangan calon DR. KH. Abu Bakar Sidik, M.Ag. – H. Sirojudin, S.E. dalam memperjuangkan kepentingan agama tidak perlu diragukan. Pasangan yang diusung partai religius nasionalis itu memiliki program yang tegas dalam membela dan meningkatkan harkat sosial dan kesejahteraan guru agama sebagai garda terdepan dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam.

banner 970x90

“Kami memiliki program Kartu Guru Ngaji yang di dalamnya berupa pemberian bantuan untuk tenaga pendidik agama yang biasa disebut guru ngaji yang mengajar di masjid, langgar, madrasah, atau lingkungan majelis taklim,” kata Abu Bakar yang akrab disapa Bakang ketika dihubungi wartawan, Jumat (17/10/2020) malam.

Tidak tanggung-tanggung, dana yang akan disalurkan kepada setiap guru ngaji itu besarannya mencapai Rp1 juta pertahun. Bakang dan Sirojudin mentargetkan 100 ribu orang guru ngaji yang menjadi sasaran program tersebut. Dengan demikian total dana yang disiapkan APBD Kabupaten Sukabumi setiap tahun untuk program Kartu Guru Ngaji mencapai Rp100 miliar.

“Para guru ngaji yang masuk di dalam program ini akan memegang Kartu Guru Ngaji. Jadi otomatis mereka akan menerima bantuan sebesar Rp1 juta setiap tahun,” kata calon bupati yang diusung PKB, PPP, dan PDI Perjuangan tersebut.

Sejak awal, ujar dia, PAS (Pasangan Abu Bakar Sidik-Sirojudin)  bertekad untuk menyalurkan bantuan kepada mereka yang berjuang di jalan Allah dan menyandang status fisabilillah seperti guru agama. Selama ini guru agama kurang mendapat perhatian.

“Nanti jika PAS terpilih, perhatian kepada guru agama akan penuh dan sungguh-sungguh,” ujar Bakang.

Hal yang sama juga berlaku untuk program Kartu UMKM dan Kartu Petani Nelayan. Program Kartu UMKM ditujukan kepada pelaku usaha mikro dan kecil seperti pemilik warung, pedagang sayur, pedagang makanan, dan pedagang kecil lainnya. Mereka akan menerima bantuan modal sebesar Rp1 juta pertahun.

“Sama halnya dengan penyaluran bantuan untuk guru ngaji, PAS juga akan menggelontorkan bantuan untuk pelaku usaha mikro dan kecil dengan total Rp100 miliar dari APBD. Pemberian modal ini merupakan bantuan tanpa pengembalian,” ujar Bakang.

Begitu pula halnya dengan para petani dan nelayan, Bakang-Sirojudin akan memberikan bantuan yang besarannya sama yakni Rp1 juta perorang tiap tahun. Untuk itu PAS akan menganganggarkan dana bantuan untuk membiayai program Kartu Petani Nelayan sebesar Rp100 miliar pertahun.

“Jadi total bantuan untuk guru ngaji, pelaku UMKM, dan petani nelayan semuanya mencapai Rp300 miliar pertahun. Tujuan dari program bantuan ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lapisan bawah,” jelas dia. (*)

Print Friendly, PDF & Email