Kang Bakang Jelaskan Tiga Kartu untuk Solusi Era Milenial

oleh -
Calon Bupati Sukabumi, DR. KH. Abu Bakar Sidik, M.Ag. sebelum menyampaikan ceramah pada acara HUT ke-13 Yayasan Rumah Sosial Indonesia di Kadudampit.

Wartawan Aep Saepudin  

Pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 3 DR. KH. Abu Bakar Sidik, S.Ag. dan H. Sirojudin, S.E. siap meluncurkan tiga jenis kartu bantuan sosial untuk membantu masyarakat dari berbagai kalangan. Dengan tiga kartu tersebut, masyarakat dapat mencapai kesejahteraan.   

banner 970x90

Tiga kartu dimaksud terdiri dari Kartu Guru Ngaji,  Kartu UMKM, dan Kartu Tani dan Nelayan. Ketiga kartu tersebut merupakan bukti dan identitas penerima bantuan sosial dari Pemkab Sukabumi.  

Hal itu dikatakan Cabup Abu Bakar Sidik atau Kang Bakang saat ditemui di sela-sela kesibukannya di acara pengajian di Yayasan Rumah Sosial Indonesia, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Kamis (15/10/2020) malam. Melalui program tiga kartu tersebut, ujar Bakang, paslon nomor urut 3 ingin memberikan kemaslahatan dan manfaat bagi masyarakat.

“Di Kabupaten Sukabumi kebanyakan masyarakat bermatapencaharian sebagai petani. Daerah  kita juga termasuk daerah agraris. Sayangnya sampai sekarang keberpihakan pemerintah kepada petani masih kurang,” kata Bakang.

Jika dirinya dan Sirojudin terpilih menjadi bupati dan wakil bupati, Pemkab Sukabumi akan menganggarkan dana sebesar Rp300 miliar pertahun untuk membiayai program tiga kartu tersebut, masing-masing kartu Rp100 miliar. Setiap penerima akan memperoleh bantuan yang setara dengan Rp1 juta tiap tahun.

“Kami optimis tiga kartu tersebut bisa menjawab kebutuhan masyarakat saat ini yang hidup di era milenial,” ujar Kang Bakang. 

Khusus untuk petani, selama ini hasil panen yang didapatkan tidak sepadan dengan kerja keras dan perjuangan mereka. Para petani tidak pernah meraih keuntungan yang dapat menjamin kehidupan dan kesejahteraan keluarganya.

“Kadang-kadang ada juga kelebihan, tapi itu hanya sebatas upah kerja. Hal itulah yang kami pikirkan dan termotivasi untuk membuat Kartu Tani dan Nelayan.  Untuk  para nelayan pun sama, mereka diberi bantuan berbentuk modal atau alat produksi,” jelasnya. 

Sementara untuk Kartu UMKM, lanjut Bakang, targetnya adalah masyarakat dari kalangan pelaku usaha  mikro dan kecil seperti pemilik warung, tukang sayur, dan para pedagang kecil lainnya. Berbekal kartu tersebut, para pelaku usaha mikro dan kecil didorong untuk maju guna menggerakkan roda perekonomian agar lebih dinamis.

“Adapun Kartu Guru Ngaji, sasarannya para guru ngaji yang mengajarkan Al-Quran di masjid, langgar, dan madrasah,” tutur Kang Bakang. (*)

Print Friendly, PDF & Email