Dikirim Hanya Dua Kali Perminggu, Pupuk Langka di Cidolog

oleh -
Kantor Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Cidolog, Jalan Tegalega, Cidolog terus mengupayakan persediaan pupuk agar dapat memenuhi permintaan petani.

Wartawan Ari Jampang

Para petani di wilayah Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi akhir-akhir kesulitan mendapatkan pupuk. Sebagian besar dari mereka tidak bisa mendapatkan pupuk karena pengecer resmi selalu kehabisan stok. Berdasarkan informasi di lapangan, para pengecer mendapatkan pasokan pupuk dia kali dalam seminggu. Seharusnya pupuk dikirima saban hari.

banner 970x90

Kelangkaan pupuk tersebut dikeluhkan oleh penyuluh pertanian dan para petani. Mereka minta perhatian dari distributor pupuk untuk meningkatkan kuantitas pengiriman pupuk ke wilayah Kecamatan Cidolog. Para petani terancam gagal panen akibat kelangkaan pupuk.

“Kami mohon kepada instansi terkait dan distributor pupuk untuk menstabilkan pengiriman pupuk ke Cidolog. Petani sangat membutuhkan pupuk. Setiap hari kami mendengar keluhan dari mereka,” kata Penyuluh Pertanian Kecamatan Cidolog, Rian Hidayat ketika ditemui di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cidolog, Jalan Tegalega Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Rabu (14/10/2020).

Rian bersama staf dan rekan-rekan di BPP Kecamatan Cidolog terus mengupayakan stabilitas pasokan pupuk sesuai kuota yang diajukan ke pemerintah. Namun dia belum mendapatkan jawaban dari instansi terkait dan distributor untuk menyelesaikan kekurangan pupuk tersebut.  

Rian Hidayat, Penyuluh Pertanian di Kecamatan Cidolog.

BPP Kecamatan Cidolog telah melakukan berbagai langkah, namun para petani tetap mengalami kekurangan pupuk. Rian mengharapkan kondisi pupuk langka ini segera berakhir karena menyangkut kelangsungan usaha pertanian bagi sebagian besar warga di Cidolog.

“Sekarang para petani baru saja memulai musim tanam. Mereka benar-benar membutuhkan pupuk. Mohonlah pengiriman pupuk ke Cidolog lebih ditingkatkan,” kata Rian.

Senada dengan Rian, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Harapan Mandiri Desa Cipamingkis, Iwan Setiawan mengajukan permohonan untuk menambah pasokan pupuk ke pengecer resmi di wilayah Kecamatan Cidolog. Sudah empat kali mendatangi pengecer resmi, Iwan selalu tidak kebagian pupuk.

“Pengecer resmi selalu bilang pupuk habis. Harus berapa kali saya datang ke pengecer resmi agar kebagian pupuk. Semua petani di kelompok saya saat ini sangat membutuhkan pupuk,” kata Iwan.

Iwan Setiawan, Ketua Poktan Harapan Mandiri Desa Cipamingkis.

Tidak mungkin pula baginya kalau dia harus setiap hari datang ke pengecer resmi. Selain jauh harus ke Cidolog, jalan yang harus ditempuh pun kondisinya sangat jelek. Sehabis menempuh perjalanan dari pengecer pupuk, Iwan selalu mengalami pegal-pegal dan lelah karena jalannya renjul dan tidak nyaman.

“Kami minta kepada stake holder untuk ikut memperjuangkan pasokan pupuk di Cidolog untuk memenuhi permintaan petani. Semua kalangan harus bahu-membahu memperjuangkan pupuk agar stoknya mencukupi,” ujar Iwan. (*)

Print Friendly, PDF & Email