Guha Gelam Cikarang, Objek Wisata Berlatar Sejarah Bumi

oleh -
Profil bebatuan di salah satu sudut Guha Gelam yang menggambarkan perjalanan pembentukan lapisan bumi selama jutaan tahun.

Wartawan Ari Jampang

Keberadaan Guha Gelam di Kampung Cimapag, Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi menyedot perhatian publik. Selama ini gua tersebut seakan terabaikan dari keriuhan dan dinamika wisata alam di Sukabumi karena kurang terekspos ke luar dan abai dari perawatan.

banner 970x90

Padahal objek wisata tersebut memiliki daya tarik dan potensi yang tidak kalah oleh objek wisata lainnya di kawasan Pajampangan seperti Curug Caweni. Salah satu kelebihan Guha Gelam terletak pada lingkungannya yang masih alami dan di dalamnya terdapat kumpulan stalaktit yaitu bebatuan tajam dari atas gua dan stalagmit yang menjulang dari lantai gua.

Kumpulan bebatuan kuno tersebut menggambarkan sejarah terbentuknya lapisan bumi di kawasan gua tersebut. Bentuk dan profil bebatuan di dalam Guha Gelam kemungkinan berasal dari masa purba dengan lapisan batu  yang terbentuk secara evolusi dalam waktu lama dan panjang selama jutaan tahun.

Sayangnya, potensi wisata geologi itu kurang terekspos karena infrastruktur ke Guha Gelam sangat buruk. Tokoh masyarakat Kampung Cimapag, Amat Sujana mengatakan, potensi Guha Gelam akan berkembang dan mendatangkan hasil otpimal jika ditunjang dengan infrastruktur yang memadai.

“Kalau wisata di Guha Gelam berkembang, dampak positifnya akan dirasakan pemerintah desa dan masyarakat,” kata Amat.

Lokasi Guha Gelam terletak di pedalaman Pajampangan dengan jarak sekitar 15 kilometer dari Sagaranten. Perjalanan dari Sagaranten menggunakan jalan poros menuju Cidadap. Dari Tagog Lalay berbelok ke arah Desa Cikarang. Gua ini berposisi di sebelah barat Gunung Bentang. Dari Balai Desa Cikarang, arahnya juga ke sebelah barat.

Kepala Desa Cikarang, Atam menjelaskan, sampai sekarang, penataan lingkungan Guha Gelam masih sebatas wacana. Artinya pihak Pemdes Cikarang belum dapat merealisasikannya karena untuk mentata kawasan gua tersebut dibutuhkan dana yang sangat besar.

“Kalau menggunakan Dana Desa jelas tidak akan mencukupi.  Dana Desa dialokasikan untuk membiayai pembangunan infrastruktur di desa,” jelas Atam. 

Karena itu satu-satunya harapan bagi masyarakat dan Pemdes Cikarang untuk dapat menata Guha Gelam terletak pada pemerintah, baik pemda, provinsi, maupun pusat. Hanya pemerintahlah yang memiliki sumber anggaran untuk menutup biaya penataan lingkungan Guha Gelam. (*)

Kepala Desa Cikarang, Atam bersama salah seorang sahabatnya Serka Sunaryo dari Yon Armed 13/Nanggala Kostrad.

Print Friendly, PDF & Email