Menuntut Pekerja Diliburkan, Massa Buruh Gabungan Mendemo PT Muara Tunggal

oleh -
Ribuan buruh dari berbagai pabrik dan perusahaan berunjuk rasa di depan pabrik PT Muara Tunggal Cibadak untuk menyampaikan tuntutan agar perusahaan tersebut meliburkan sementara pekerjanya.

Wartawan Aep Saepudin  

Ribuan buruh gabungan dari berbagai pabrik berunjuk rasa di depan pabrik PT Muara Tunggal, Jalan Perintis Kemerdekaan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (8/10/2020). Mereka menuntut manajemen PT Muara Tunggal untuk meliburkan sementara pekerjanya agar para pekerja bisa ikut berunjuk rasa menolak UU Monibus Law Cipta Kerja. 

banner 970x90

Di tengah aksi demo dan protes itu sempat terjadi lemparan batu ke pos keamanan. Di sisi lain para pengunjuk rasa menerima semprotan air bersih sehingga gerakannya tertahan di depan gerbang PT Muara Tunggal. Setelah para buruh Muara Tunggal keluar areal tempat kerjanya secara berangsur, pengunjuk rasa pun surut dan perlahan meninggalkan lokasi.

Para pengunjuk rasa berasal dari berbagai perusahaan yang ada di Cibadak dan sekitarnya. Mereka mampir di PT Muara Tunggal dalam perjalanan menuju tempat unjuk rasa besar-besaran dalam rangka menolak UU Cipta Kerja di Palagan Bojongkokosan.

“Kami meminta pihak pabrik PT Muara Tunggal meliburkan karyawannya agar mereka bisa mengikuti aksi unjuk rasa untuk menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja,” ujar seorang orator di depan massa buruh.

Berdasarkan pantauan di lokasi aksi unjuk rasa, gerakan buruh sempat tertahan ketika ada semprotan air dari dalam pabrik. Semprotan air itu dibalas oleh para buruh dengan lemparan batu dan benda lainnya ke arah lokasi pabrik.

Akibat lemparan batu bagian depan kaca Pos Satpam pecah. Pada waktu terjadi pelemparan batu, pos tersebut dalam keadaan kosong sehingga tidak ada orang yang terkena timpukan batu. Untunglah aksi semprot dan lempar batu tidak berlanjut, masing-masing pihak dapat menahan diri.

Selanjutnya massa terus merangsek untuk bisa masuk ke areal pabrik. Mereka tidak henti-hentinya meneriakkan tuntutan kepada PT Muara Tunggal untuk meliburkan sementara buruhnya.  

Aparat keamanan dari Polsek Cibadak sempat kewalahan menahan massa yang terus bergerak ke arah pabrik. Paetugas tidak henti-hentinya mengimbau para pengunjuk rasa agar tidak berbuat anarkis dan menyampaikan tuntutan dengan tertib.

Beberapa saat kemudian, keadaan mulai kondusif. Para pengunjuk rasa tampak berangsur tenang saat melihat sebagian pekerja PT Muara Tunggal secara bertahap keluar dari areal pabrik. Massa pun menyambut para buruh yang akan bergabung dengan rombongan pengunjuk rasa.

Bersama-sama, para buruh melanjutkan perjalanan ke arah Bojongkokosan. Mereka berangkat dengan satu tekad menolak UU Cipta Kerja. Arus lalu lintas di sekitar PT Muara Tunggal sempat macet. Setelah massa berangkat, lalu lintas kembali lancar. (*)

Print Friendly, PDF & Email