Mahasiswa dan Polisi Terlibat Bentrokan Fisik, Water Canon Dikerahkan

oleh -
Gerakan mahasiswa yang menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja tertahan di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi oleh penjagaan polisi yang sangat ketat.

Wartawan Nanang Setiana

Aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kota Sukabumi diwarnai benturan fisik antara mahasiswa dan petugas dari kepolisian, Kamis (8/10/2020). Benturan di tengah kericuhan itu berawal dari aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas dari kepolisian.

banner 970x90

Kericuhan terjadi di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi di Jalan Ir. H. Juanda Kota Sukabumi selepas pukul 13.00 WIB. Mahasiswa yang terlibat bentrok itu bergerak di bawah panji-panji ABSI (Aliansi BEM Sukabumi). Pada bentrokan itu sejumlah mahasiswa dan polisi mengalami luka-luka.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, gerakan mahasiswa mulai tampak masif sekitar pukul 11.00 WIB. Mahasiswa bergerak menuju Balai Kota Sukabumi di Jalan R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi. Mereka datang ke balai kota untuk menemui Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi.

Karena Fahmi sedang bertugas di luar kantor, mahasiswa tidak dapat betemu dengan orang nomor satu di Pemkot Sukabumi tersebut. Gerakan mahasiswa tertahan di depan gerbang Balai Kota yang dijaga dengan ketat oleh polisi.

Mahasiswa tetap merangsek ke arah balai kota. Polisi tetap bersiaga. Maka terjadilah saling mendorong di antara dua kelompok tersebut dengan pemisah gerbang balai kota. Mahasiswa mengangkat pintu gerbang hingga lepas dari bantalan relnya.  

Beberapa menit kemudian aksi dorong-mendorong itu terhenti setelah ada seruan dari pimpinan aksi untuk mengalihkan lokasi unjuk rasa. Dari Balaikota  massa mahasiswa pun bergerak ke Gedung DPRD Kota Sukabumi yang jaraknya hanya sepelemparan batu dari Balai Kota.

Saat itulah diketahui ada empat mahasiswa yang mengalami sesak napas karena terhimpit di antara gelombang massa. Keempatnya mendapat perawatan. Mereka berasal dari tiga kampus di Sukabumi yaitu STIE PGRI, Universitas Nusa Putra, Politeknik Sukabumi, dan STKIP PGRI Sukabumi.

Setibanya di depan Gedung DPRD, para mahasiswa terus meneriakkan tuntutannya menolak Omnibus Lawa UU Cipta Kerja. Sementara di gerbang kantor para wakil rakyat, polisi melakukan penjagaan dengan ketat dan berlapis-lapis.

Selepas pukul 13.00 WIB terjadi lagi aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan petugas di depan gerbang DPRD Kota Sukabumi. Tanpa terkendali, kedua kelompok massa melakukan saling lempar. Kericuhan pun tak terelakkan.

Polisi mengerahkan mobil water canon untuk membubarkan massa. Mahasiswa sempat melakukan perlawanan dengan melempari mobil yang menyemprotkan air itu. Pada benturan ini, beberapa polisi dan mahasiswa mengalami luka-luka.

Menjelang sore, mahasiswa  membubarkan diri dan meninggalkan Jalan Ir. H. Juanda. Selanjutnya massa mahasiswa menuju Lapang Merdeka, mereka berkumpul dan melakukan evaluasi atas gerakannya. (*)

Print Friendly, PDF & Email