Presiden KSPI: Menolak UU Ciptaker Harus dengan Cara Elegan dan Konstitusional

oleh -
Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal.

Wartawan Nanang Setiana

Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyerukan anggotanya untuk menolak Omnibus Law UU tentang Cipta Kerja (Ciptaker) dengan cara yang elegan dan konstitusional.

banner 970x90

Salah satu wujud dari sikap tersebut adalah tidak berbuat anarkis selama menggelar mogok nasional dalam rangka menolak UU Ciptaker. Selain itu para pekerja harus mentaati instruksi organisasi dan kesepakatan yang telah dibuat oleh pengurus organisasi di pusat dan daerah.

Pernyataan Said Iqbal itu disampaikan di Kantor DPP FSPMI/KSPI, Jalan Raya Pondok Gede Nomor 11  RT 01 RW 02 Dukuh, Kecamatan Kramat Jati,  Jakarta Timur, Rabu (7/10/2020). Berdasarkan kesepakatan seluruh jajaran pengurus FSPMI dan KSPI di pusat dan daerah, ujar dia, Kamis merupakan hari terakhir mogok nasional. 

Guna menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi untuk menolak UU Cipta Kerja, ujar dia, para pekerja harus mentaati hal-hal yang telah disepakati. Lokasi mogok nasional hanya di sekitar pabrik atau daerah sekitar sesuai arahan dan kesepakatan pimpinan cabang FSPMI dan KSPI di daerah.

“Jadi pimpinan dan anggota FSPMI dan KSPI tidak ada atau tidak ikut aksi di lokasi DPR RI dan atau Istana Negara Jakarta. Karena berdasarkan kesepakatan bersama, lokasi mogok nasional tetap di kabupaten atau kota  dan lingkungan pabrik masing masing,” tandas Said.

Kesepakatan lain yang dibuat oleh jajaran pengurus FSPMI dan KSPI di pusat dan daerah, mogok nasional harus diakhiri pada Kamis (8/10/2020) besok. Sesuai kesepakatan bersama di FSPMI dan KSPI, mogok nasional untuk menolak Omibus Law UU Cipta Kerja berlangsung tiga hari sejak Selasa (6/10/2020).

“Itu sesuai dengan kesepakatan kita di FSPMI dan KSPI. Instruksi ini sudah diedarkan kepada seluruh pengurus FSPMI dan KSPI di daerah,” kata Said.

Mogok nasional, lanjut dia, harus dilakukan dengan cara yang damai, tertib, dan menghindari tindakan anarkis. Lanjutkan perjuangan kaum buruh dengan sekuat-kuatnya dan sehormat-hormatnya sesuai instruksi organisasi dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. 

“FSPMI dan KSPI akan terus berjuang untuk kaum buruh dan menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dengan cara–cara konstitusional dan elegan tanpa anarkis,” ucapnya.

Tidak lupa Said juga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan buruh di seluruh Indonesia yang telah menjadi sahabat seperjuangan atas keikhlasan dan keteguhan hati dalam memperjuangkan kepentingan bersama.

Ucapan yang sama disampaikan kepada aparat TNI dan Polri yang telah mengawal dan mengamankan setiap aksi yang dilakukan oleh FPSMI dan KSPI selama ini. Berkat pengawalan TNI dan Polri, aksi FPSMI dan KSPI berjalan lancar dan kondusif serta tidak disusupi provokator. (*)

Print Friendly, PDF & Email