Agar Terminal Ramai, Dishub Harus Lakukan Rerouting Angkot

oleh -
Sejak berdiri tahun 2016 akhir, Terminal Tipe C Kota Sukabumi sepi dari lalu lintas angkot.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Terminal Tipe C milik Pemkot Sukabumi yang letaknya berdampingan dengan Terminal Tipe A di Jalan Lingkar Selatan kondisinya masih sepi. Di Terminal Tipe C nyaris tidak ada aktivitas lalu lintas angkutan kota sebagaimana peruntukan dari infrastruktur perhubungan ini.

banner 970x90

Menurut Kepala UPT Terminal Tipe C, Ade Rusli Effendi, untuk menghidupkan dan menggairahkan terminal tersebut, Pemkot Sukabumi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) harus melakukan rerouting angkot agar beberapa trayek angkot terakses ke terminal ini.

“Cukup beberapa trayek angkot yang masuk ke Terminal Tipe C. Sejak berdiri tahun 2016 belum pernah dilakukan rerouting angkot ke Terminal Tipe C,” kata Ade kepada wartawan, Selasa (6/10/2020).

Padahal peran dan fungsi Terminal Tipe C sangat strategis sebagai feeder penumpang ke Terminal Tipe A. Kalau teminal ini berfungsi sebagaimana tujuan didirikannya, para penumpang yang akan  bepergian ke luar daerah bisa naik angkot untuk sampai di terminal bus.  

Berdasarkan koordinasi yang telah dilakukan jajarannya, ujar Ade, para pengurus angkot di empat trayek siap direrouting agar trayeknya tersambung ke terminal.   

Keempat trayek itu terdiri dari  trayek 20 jurusan Ramayana-Balandongan, trayek 21 Ramayana-Cicadas, trayek 25 Baros-Ramayana, dan trayek 03 jurusan Ramayana-Lembursitu. 

“Harus segera uji coba rerouting trayek dengan menambahkan tulisan ‘Via Terminal Tipe C’ di bawah trayek. Teknis rerouting itu kewenangan Seksi Angkutan  dan Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan. Kami hanya mengelola lalu lintas angkot di dalam terminal,” ujar Ade. 

Sementara itu dihubungi terpisah, Kasi Manajemen Rekayasa (Manrek) Lalu Lintas pada Dishub Kota Sukabumi, Santi Susanti menjelaskan, jajarannya telah melakukan kajian manrek lalu lintas sejak 2018. Hasil pengkajian menemukan beberapa angkot yang tumpang tindih trayeknya.

“Berdasarkan hasil kajian kami, dari 21 trayek di wilayah Kota Sukabumi dapat dikurangi hingga menjadi 16 trayek. Ada beberapa trayek yang digabungkan,” jelas Santi.

Namun untuk melakukan uji coba rerouting angkot, Seksi Manrek Lalu Lintas terkendala oleh ketiadaan anggaran. Dalam pelaksanaannya, Dishub harus bekerja sama dengan jajaran kepolisian.

“Sebelumnya kami harus mengadakan rapat yang menghadirkan pihak-pihak terkait. Itu butuh dana untuk makan minum dan pengganti uang transportasi. Sementara kami tidak memiliki anggarannya,” kata Santi.

Uji coba rerouting angkot, lanjut dia, harus didahului dengan penerbitan payung hulum berupa SK Wali Kota Sukabumi. Setelah SK terbit, Dishub akan melibatkan jajaran Polri dan TNI untuk pelaksanaan rerouting trayek. Itu juga membutuhkan dana untuk operasional uji coba. (*)  

Print Friendly, PDF & Email