Pjs. Bupati Ingatkan Pembelajaran di Sekolah Harus Ekstra Hati-hati

oleh -
Suasana rakor teknis dalam rangka pembahasan kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah yang diikuti Pjs. Bupati Sukabumi Raden Gani Muhamad.

Wartawan M. Ridwan

Pjs Bupati Sukabumi Raden Gani Muhamad mengingatkan jajarannya untuk ekstra hati-hati dalam memberlakukan kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Saat ini, walaupun Kabupaten Sukabumi masuk zona kuning, masih ada peningkatan  kasus warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

banner 970x90

Pernyataan Raden Gani itu disampaikan  ketika mengikuti rakor teknis yang membahas kebijakan PTM di sekolah bertempat di Pendopo Palabuhanratu, Senin (5/10/2020). Prinsipnya, kata dia, PTM bisa dilaksanakan di daerah dengan status zona hijau atau kuning. Tapi jika tidak hati-hati, pelaksanaannya dapat memicu munculnya kluster baru.  

“Saya sudah perintahkan jajaran perangkat daerah untuk bisa melandaikan dulu kasus Covid-19 sebelum memberlakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Karena ini berisiko tinggi menyangkut jiwa anak-anak sekolah. Saya tidak mau ada kluster baru dari pemberlakuan PTM tersebut,” ujar Pjs. Bupati.

Selama ini, lanjut Gani, Pemkab Sukabumi bersama Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 terus berupaya untuk menurunkan laju penyebaran Covid-19. Langkah yang dilakukan antara lain optimalisasi, sosialisasi, edukasi, dan pembagian masker gratis. Jangan sampai, kata dia, PTM kontraproduktif dengan upaya-upaya tersebut.

Kegiatan rakor dipandu oleh Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Sukabumi, Ade Setiawan yang diikuti para pejabat terkait antara lain Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat, Nonong Winarni; Kadis Pendidikan Kabupaten Sukabumi, M. Solihin, Kadis Kesehatan Harun Al Rasyid, Satgas Penanganan Covid-19, dan perangkat daerah terkait. 

Sementara dalam penjelasannya, Solihin mengatakan saat ini jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi sedang fokus untuk memenuhi persiapan pelaksanaan PTM di sekolah. Tahapannya sudah sampai pada daftar periksa dalam rangka menyongsong kegiatan pembelajaran tatap muka tersebut.

“Kami masih menunggu hasil update terakhir dari Satgas Covid. Kami akan mengadakan sekolah  simulasi di beberapa lokasi yang saat ini sudah masuk tahap verifikasi,” tambahnya. 

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Harun Alrasyid mengatakan, perkembangan terakhir terkait penyebaran Covid-19 di 47 kecamatan tidak ada satu pun yang masuk zona merah. Rincian status dari 47 kecamatan tersebut: 9 kecamatan zona orange, 25 kecamatan zona kuning, dan 13 kecamatan zona hijau. Secara keseluruhan kondisinya bisa dikatakan masuk pada zona kuning.

“Dalam dua bulan terakhir ini kita berupaya untuk mempercepat gerakan tangkal Covid-19 sehingga posisi curva epidemiologinya berada dalam posisi landai,” ujar Harun. 

Terkait rencana PTM di sekolah, kata dia, Dinkes merekomendasikan dilakukannya simulasi dan uji coba dalam 14 hari di zona hijau. Uji coba ini diawasi oleh petugas kesehatan yang ada di tingkat desa seperti bidan desa dan perawat dengan dukungan pemerintahan desa.

“Yang harus dipikirkan, simulasi ini tidak menimbulkan efek dan risiko penularan Covid-19. Simulasi ini harus memberikan pembelajaran untuk menentukan langkah-langkah strategis menjelang pelaksanaan PTM di sekolah,” kata Kepala Dinkes. (*)

Print Friendly, PDF & Email