Hujan Angin Robohkan Masjid di Jampangkulon, Camat Bergegas ke Lokasi

oleh -
Camat Jampangkulon, Yayan Mulia Suryana (tengah) mengunjungi lokasi masjid ambruk di Kampng Cibitung Desa Karanganyar.

Wartawan Dicky Sopyan

Hujan deras disertai angin kencang merobohkan bangunan masjid di Kampung Cibitung RT 16 RW 05 Desa Karanganyar, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Untunglah ketika bangunan masjid rubuh di dalamnya tidak ada jamaah yang sedang beribadah atau tadarus.

banner 970x90

Setelah menerima laporan dari P2BK (Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan) Jampangkulon, Muhammad Ikbal tentang runtuhnya bangunan masjid, Camat Yayan Mulia Suryana bergegas menuju lokasi bancana, Senin (5/10/2020). Yayan melihat langsung masjid berukuran 12 x 8 meterpersegi tinggal puing-puing.

Bagian bangunan yang tersisa setelah diterjang hujan dan angin hanya dinding belakang serta dinding kiri dan kanan. Sementara dinding depan dan bagian atap ambruk, rata dengan tanah.

Amukan hujan angin itu terjadi pada Minggu (4/10/2020) pagi kira-kira pukul 05.00 WIB. Ketika itu sebagian kawasan Jampangkulon dilanda angin besar yang disertai angin ribut. Di Kampung Cibitung, Desa Karanganyar, angin bertiup sangat kencang yang energinya mampu meruntuhkan atap dan dinding bangunan masjid.   

Tiupan angin dengan energi besar menerjang bangunan masjid setelah jamaah meninggalkan tempat ibadah tersebut. Akibatnya spontan, atap masjid runtuh dan dinding depan rontok. Warga baru saja menunaikan shalat Shubuh.

Setelah bencana, dari pagi hari sampai sore hari, warga bergotong royong untuk memindahkan reruntuhan dan puing-puing bangunan. Mereka membiarkan tiga sisi dinding yang tidak rubuh tetap berdiri tegak.

P2BK Kecamatan Jampangkulon, Ikbal langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan assessment atau penilaian kerugian material.

Warga bergotong royong untuk memindahkan puing-puing dan reruntuhan bangunan masjid yang rubuh diterjang hujan angin.

Kasi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kantor Kecamatan Jampangkulon, Arif S menerangkan, pada musibah itu tidak ada korban jiwa atau warga yang luka-luka karena tidak ada di dalam masjid.

“Kami memperkirakan kerugian materil sekitar Rp100 juta. Petugas  di lapangan sudah datang ke lokasi dan mengumpulkan keterangan untuk dilaporkan kepada BPBD Kabupaten Sukabumi,” kata Arif.

Sementara Camat Yayan mengimbau warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi risiko bencana alam. Secara khusus imbauan ini disampaikan kepada warga yang tinggal di bantaran sungai dan perbukitan. (*)  

Print Friendly, PDF & Email