Sumber Air Paling Potensial, Warga Harapkan Penataan Situ Sanin

oleh -
Persediaan air di Situ Sanin tidak pernah surut sepanjang tahun, termasuk selama musim kemarau.

Wartawan Suryana

Sebagai sumber air konsumsi dan sanitasi di kawasan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya, Situ Sanin membutuhkan sentuhan renovasi. Penataan situ tersebut selain untuk mencegah longsor juga untuk mengoptimalkan fungsi Situ Sanin sebagai sumber air paling potensial di kawasan Pajampangan.

banner 970x90

Potensi air di situ tersebut cukup besar. Dengan ukuran panjang 150 meter dan lebar 40 meter, Situ Sanin dapat menampung air dengan volume ribuan meterkubik. Karena tidak memiliki saluran khusus, air dari Situ Sanin merembes dan mengalir ke sungai-sungai kecil yang mengarahk ke Desa Sagaranten dan Desa Hegarmanah di wilayah Kecamatan Sagaranten.

Situ Sanin terletak di Kampung Pasirmuncang, Kedusunan Cibungur, Desa Sagaranten. Bentangan alam situ ini berbatasan dengan Desa Margaluyu Kecamatan Sagaranten.

Lokasinya di perbukitan Gunung Kamunding yang dipenuhi pohon mahoni dan rumpun bambu. Lingkungannya masih alami dan bersih. Seringkali segerombolan monyet hutan bergelantungan di antara pepohonan di sekitar Situ Sanin. Suara burung liar tidak henti-hentinya bersahutan sepanjang hari.

“Pada awal tahun 2000-an pemerintah membangun saluran air dari Situ Sanin untuk memasok air bersih ke Desa Margaluyu dan Desa Sagaranten. Pada musim kemarau, keberadaan jaringan air bersih tersebut sangat membantu warga sebagai sumber air,’ kata Agus (60), warga Kampung Pasirmuncang, Desa Sagaranten kepada wartawan, Ahad (4/10/2020).

Sayangnya, ujar dia, jaringan air itu dirusak dan dijarah oleh  kelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Pada tahun 2003, jaringan air itu hancur dan rusak sampai tidak bersisa. Ratusan batang pipa paralon sebesar lengan orang dewasa lenyap digondol maling. Begitu juga alat pengatur air hilang dari tempatnya.

“Sejak saat itu fungsi Situ Sanin sebagai pemasok air bagi permukiman warga berakhir,” jelas Agus.

Setelah jaringan air hancur, air dari Situ Sanin merembes melalui saluran di dalam tanah terus mengalir ke sungai yang menuju Puncakceuri di Desa Sagaranten dan Kampung Ancaen di Desa Hegarmanah, Kecamatan Sagaranten.

“Sekarang warga di Desa Sagaranten menginginkan pembangunan kembali jaringan air bersih dari Situ Sanin untuk memenuhi kebutuhan air bersih di musim kemarau,” ujar Agus.

Menurut Agus, bentuknya bukan jaringan paralon, melainkan saluran air berbentuk selokan. Agar keamanan jaringan terjaga, masyarakat harus membentuk kelompok yang tugasnya menjaga dan mengurus saluran air. Agus yakin, masyarakat dengan suka rela bersedia untuk menjaga jaringan air dari Situ Sanin.

Lingkungan Situ Sanin dipenuhi pepohonan hijau dengan udara yang sejuk dan suasana yang alami.

Panjang selokan sekitar 3 kilometer untuk mencapai titik bagi di Desa Sagaranten dan 4 kilometer sampai titik penampungan di Desa Margaluyu. Situ ini selalu dipenuhi air sepanjang tahun.  

Beberapa waktu lalu, pemda membuat tembok di pinggir Situ Sanin. Namun proyek ini tidak ada kaitannya dengan harapan warga yang menginginkan dibangunnya jaringan air.

Dari pusat keramaian Sagaranten, jarak ke Situ Sanin sekitar 5 kilometer. Perjalanan jalan kaki sekitar 2 jam melalui Cibungur. Pengunjung harus melewati jalan kecil dan licin serta tebing yang cukup curam.  

Sebelum tiba wabah Virus Corona, Situ Sanin sering digunakan sebagai tempat kamping oleh anak-anak sekolah. (*)  

Print Friendly, PDF & Email